Neni Turun Langsung, OPD Pemkot Bontang Kompak Cat Median JalanBONTANG — Keterbatasan anggaran daerah tidak menghalangi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk tetap melakukan pembenahan fasilitas kota.
Melalui agenda Jumat Bersih, Pemkot Bontang menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergotong royong mengecat median Jalan Soekarno Hatta yang mulai kusam, Jumat (11/9/2026).
Aksi tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Menariknya, kegiatan dilakukan tanpa menggunakan anggaran APBD.
Seluruh OPD diminta mengambil bagian dengan membagi wilayah pekerjaan secara proporsional. Masing-masing perangkat daerah bertanggung jawab mengecat median jalan sepanjang sekitar 200 meter.
Dengan pola tersebut, pengecatan median jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer ditargetkan dapat diselesaikan secara serentak dalam satu hari.
“Kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD. Seluruh pelaksanaannya merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan seluruh perangkat daerah sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kota yang kita cintai,” kata Neni.
Menurut Neni, keterbatasan fiskal daerah tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan upaya menjaga kebersihan dan keindahan kota. Sebaliknya, kondisi tersebut mendorong pemerintah mencari pola kerja yang lebih efektif dengan memaksimalkan kolaborasi antarperangkat daerah.
Neni secara khusus mengapresiasi Dinas Perhubungan yang dipimpin M. Taupan Kurnia karena dinilai sigap mempersiapkan kegiatan pengecatan yang dilakukan secara serentak.
Gerakan menjaga fasilitas kota tidak hanya berhenti di lingkungan OPD. Pemkot juga mendorong keterlibatan masyarakat di tingkat kelurahan.
Para lurah diarahkan menggandeng pengurus RT, Karang Taruna, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk ikut menjaga kebersihan serta fasilitas publik di wilayah masing-masing.
Lurah Bontang Lestari, Muhammad Akbar Aditya, menjadi salah satu pihak yang turut dilibatkan dalam gerakan tersebut.
Pola ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas umum. Dengan demikian, perawatan fasilitas kota tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Gotong royong harus menjadi bagian dari identitas kita dalam menjaga Kota Bontang,” pesan Neni.
Jumat Bersih sendiri menjadi agenda yang rutin dilakukan Pemkot Bontang setiap tahun. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah mempertahankan citra Bontang sebagai Kota Taman.
Pemkot Bontang juga secara berkala melaporkan kegiatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan kepada kementerian terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perhubungan, sebagai bagian dari upaya mendukung penilaian Adipura.
Pemkot menyebut gerakan pengelolaan lingkungan tersebut sebelumnya turut mengantarkan Bontang meraih penghargaan lingkungan tingkat regional Kalimantan. Penghargaan itu disebut disertai dana insentif sebesar Rp2 miliar.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot berharap pola kolaborasi semacam ini dapat terus dikembangkan. Bagi pemerintah, menjaga wajah kota tidak selalu harus dilakukan melalui belanja besar, tetapi bisa dimulai dari kepedulian dan keterlibatan bersama.
Sebelum turun langsung mengecat median jalan di depan Kantor Lurah Bontang Lestari, Neni kembali mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat menjadikan gotong royong sebagai budaya dalam merawat Kota Bontang.
Sekretariat Daerah (Setda) Bontang pun ikut turun tangan. Puluhan staf dikerahkan untuk mengecat median jalan yang telah ditentukan bersama perangkat daerah lainnya. (*)
Tidak ada komentar