Kutim Mulai Uji Program Bus Sekolah, Sejumlah Kepala Sekolah Minta Kebagian Rute

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Sep 2026 19:03
2 menit membaca

KUTIM  – Program bus sekolah yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai berjalan. Armada yang disiapkan kini telah melayani antar-jemput pelajar, meski pelaksanaannya masih dalam tahap percontohan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim saat ini tengah memetakan sekolah dan rute yang dinilai paling membutuhkan layanan transportasi tersebut.

Kepala Dishub Kutim, Puniso Suryo Renggono, mengatakan bus sekolah sebelumnya telah diluncurkan Bupati Kutim dan kini mulai dimanfaatkan untuk mengantar maupun menjemput siswa.

“Sudah berjalan, sudah mengantar. Cuma memang kemarin masih percontohan,” ujarnya.

Menurut Puniso, tahap awal program diarahkan ke sekolah yang dinilai memiliki persoalan akses transportasi bagi siswanya. Langkah tersebut dilakukan agar armada yang tersedia benar-benar digunakan untuk menjangkau pelajar yang membutuhkan.

Untuk sementara, layanan telah menyasar pelajar SMA Negeri 1 Sangatta. Sebagian siswa SMA Negeri 2 Sangatta juga masuk dalam cakupan pelayanan.

Dishub bahkan menempatkan personel untuk mendampingi operasional bus sejak pagi hingga sore. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses antar-jemput berjalan sesuai rute dan kondisi di lapangan dapat dipantau secara langsung.

“Yang jelas sudah mengantar anak buah saya ini, antar-jemputan pagi sampai sore,” katanya.

Meski program mulai berjalan, Dishub belum memastikan adanya penambahan armada maupun perluasan rute pada tahun ini. Pengembangan program rencananya kembali diusulkan pada tahun depan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Kalau memang anggarannya terbatas, ya kita tidak bisa melaksanakan. Tetapi intinya kami sudah mempunyai segala prioritas,” jelas Puniso.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap layanan bus sekolah disebut masih cukup tinggi. Sejumlah kepala sekolah bahkan telah menyampaikan permintaan agar sekolah mereka turut mendapatkan fasilitas antar-jemput bagi siswanya.

Puniso mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi Dishub dalam menentukan prioritas pengembangan program ke depan.

Ia berharap layanan bus sekolah dapat diperluas secara bertahap sehingga semakin banyak pelajar di Kutai Timur yang memperoleh akses transportasi yang aman, mudah dan terjangkau.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu siswa yang selama ini terkendala transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }