Pemkot Balikpapan Siapkan Titik Baru Pertalite, Antrean Motor Jadi Prioritas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Sep 2026 19:38
3 menit membaca

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah baru untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU setelah penataan penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, diberlakukan sejak 1 September 2026.

Pemkot kini berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menambah titik pelayanan Pertalite. Pada tahap awal, layanan tersebut akan diprioritaskan bagi kendaraan roda dua.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, sejumlah wilayah tengah menjadi perhatian dalam rencana penambahan titik pelayanan tersebut, di antaranya Balikpapan Timur, Batakan, Manggar hingga Kebun Sayur.

“Insyaallah mudah-mudahan minggu ini turun surat persetujuannya. Tapi khusus untuk roda dua dulu,” kata Rahmad Mas’ud, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, penambahan titik pelayanan diharapkan dapat memecah konsentrasi antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Antrean sepeda motor menjadi salah satu persoalan yang sebelumnya cukup panjang dan berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.

Rahmad mengatakan, Pemkot akan terlebih dahulu melihat efektivitas skema tersebut di lapangan sebelum mempertimbangkan pembukaan layanan bagi kendaraan roda empat.

“Kita coba pecah dulu. Kalau nanti waktunya sudah longgar, itu bisa kita masukkan roda empat. Itu nanti kita atur sebaiknya,” ujarnya.

Ia menegaskan, penataan distribusi BBM bersubsidi tidak bisa diterapkan secara kaku tanpa melihat dampaknya terhadap masyarakat. Evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat kebijakan, kondisi lalu lintas hingga pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi.

“Kita lihat simulasi yang kita lakukan. Paling tidak asas manfaat dan mudaratnya yang kita lihat. Kalau lebih banyak manfaatnya akan kita lakukan terus,” katanya.

Sebaliknya, jika kebijakan tersebut justru menimbulkan persoalan baru, Pemkot tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian.

“Kalau lebih mudaratnya, artinya menyusahkan masyarakat, ekonomi juga terganggu, para pengguna jalur umum juga terganggu, nah ini akan kita evaluasi,” ujar Rahmad.

Meski demikian, berdasarkan evaluasi sementara sejak aturan diterapkan, Rahmad menyebut kondisi antrean mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelum adanya penataan.

“Kemarin kita coba evaluasi, sedikit lebih baik dibanding yang awal-awalnya sebelum ada regulasi kita atur,” katanya.

Lima SPBU Tambahan

Sebelumnya, Pemkot Balikpapan menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.10.1/2094/E/SETDA tentang Penyaluran BBM Bersubsidi Jenis Biosolar dan Pertalite.

Surat edaran tersebut ditetapkan pada 23 Agustus 2026 dan mulai diberlakukan pada 1 September 2026.

Dalam skema penataan itu, Pemkot juga menyiapkan lima SPBU tambahan untuk melayani Pertalite khusus kendaraan roda dua. Lokasinya berada di kawasan Batakan-Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia dan Kebun Sayur.

Penambahan titik pelayanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memecah antrean sekaligus menjaga agar penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Rahmad menegaskan, keberhasilan penataan tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah. Aparat, pengelola SPBU dan masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kelancaran pelaksanaannya.

“Masyarakat, aparat tentunya juga bekerja sama dan memberikan informasi. Karena untuk menyenangkan semua orang tidak mungkin. Tetapi bagaimana kita meminimalkan antrean-antrean,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }