HUT ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai, Neni Tekankan Peran Adat Jaga Kerukunan Bontang

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
12 Sep 2026 14:29
3 menit membaca

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mendorong lembaga adat dan pelestari budaya untuk terus mengambil peran dalam menjaga keberagaman serta kerukunan masyarakat di Kota Taman.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur di Auditorium 3D Bontang, Jumat (11/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Neni disambut Pemangku Kepatihan Adat Besar Kutai Kaltim Adji Pangeran Hario Kesumo Yudo III bersama Dewan Majelis Awang Yacoub Luthman.

Neni mengapresiasi tema “Memanusiakan Manusia” yang diangkat dalam peringatan tahun ini. Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membangun sumber daya manusia yang toleran dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.

Neni menilai keberadaan lembaga adat memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

“Pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan seluruh elemen daerah harus terus berjalan bersama agar adat dan budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber nilai bagi generasi masa kini dan masa yang akan datang,” kata Neni.

Bahas Tantangan Kota hingga Program Pemerintah

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi. Neni juga menyampaikan sejumlah kondisi dan tantangan yang tengah dihadapi Pemerintah Kota Bontang.

Salah satunya terkait tekanan fiskal daerah akibat penurunan transfer dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap postur APBD.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Neni menegaskan pemerintah tetap berupaya menjaga program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya melalui perlindungan bagi pekerja sektor informal. Pemkot menyebut pekerja mendapatkan jaminan perlindungan dengan nilai manfaat mulai dari Rp42 juta hingga Rp220 juta untuk kasus kecelakaan kerja.

Di sektor energi, Pemkot Bontang juga tengah mengejar penyelesaian pembangunan pipa induk di Bontang Lestari. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung tambahan 10.443 sambungan jaringan gas (jargas) gratis bagi masyarakat.

Program tersebut diharapkan semakin memperluas pemanfaatan jaringan gas rumah tangga sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai City Gas.

Tokoh Adat Puji Pemahaman Sejarah Neni

Dewan Majelis Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur, Awang Yacoub Luthman, memberikan apresiasi terhadap komunikasi yang dibangun Neni bersama lembaga adat.

Awang menilai Neni memiliki pemahaman sejarah yang baik, khususnya mengenai identitas dan perjalanan masyarakat Kutai.

Ia mengingatkan bahwa identitas Kutai sejak dahulu terbentuk dari keberagaman berbagai puak yang hidup berdampingan. Keragaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan panjang yang turut membentuk kesatuan Indonesia.

Karena itu, keberadaan adat dan budaya dinilai tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai simbol seremonial, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai dalam kehidupan masyarakat.

Silaturahmi antara Pemkot Bontang dan Kepatihan Adat Besar Kutai Kaltim kemudian ditutup dengan doa bersama.

Neni berharap lembaga adat tetap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan sekaligus merawat identitas budaya masyarakat Bontang.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya mengucapkan selamat HUT ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan petunjuk kepada kita semua dalam menjalankan amanah untuk membangun dan menjaga banua tercinta,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }