75 Warga Bontang Ikuti Diksar Satpam Gada Pratama, Pemkot Dorong 100 Persen Tenaga Lokal

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
24 Agu 2026 21:11
3 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong penguatan tenaga kerja lokal melalui peningkatan kualitas dan sertifikasi keterampilan. Salah satunya diwujudkan lewat Pendidikan Dasar (Diksar) Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026.

Pelatihan yang merupakan hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang dan PT Nooren Surya Perdana Cabang Bontang tersebut resmi dibuka Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di Aula Gedung PKK Kota Bontang, Senin (24/8/2026).

Sebanyak 75 peserta usia produktif mengikuti pelatihan tersebut. Program ini menjadi salah satu upaya membuka akses kerja bagi masyarakat Bontang sekaligus memperkuat kompetensi tenaga pengamanan yang dibutuhkan dunia industri.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi BAZNAS yang dinilai tidak hanya menyalurkan dana umat dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga menggunakannya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

“Alhamdulillah, ini komitmen dari Pemerintah Kota Bontang dan BAZNAS yang selalu berkolaborasi agar dana umat bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. Pelatihan ini tentu memberikan sertifikat gratis yang bernilai jutaan rupiah, dan ini menjadi modal penting bagi anak-anakku sekalian untuk mencari kerja,” ujar Neni.

Satpam Wajib Tenaga Kerja Lokal

Neni menegaskan, Pemkot Bontang memiliki komitmen kuat terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Ia menyebut sektor tenaga pengamanan di Bontang diwajibkan mengutamakan tenaga kerja lokal yang memiliki identitas sebagai warga Bontang dan sertifikasi resmi.

“Pemerintah Bontang punya aturan bahwa untuk Satpam mutlak 100 persen harus orang Bontang dengan sertifikasi yang sudah kita berikan,” tegasnya.

Menurut Neni, sertifikasi Gada Pratama yang diperoleh peserta diharapkan menjadi modal penting untuk memasuki dunia kerja. Pemkot melalui Dinas Ketenagakerjaan juga akan berupaya mendorong penyaluran para lulusan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga pengamanan.

“Dinas Ketenagakerjaan bersama bidang terkait akan bertanggung jawab bagaimana menyalurkan para lulusan Gada Pratama ini ke perusahaan-perusahaan di Bontang,” tambahnya.

Ia pun meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan membangun karakter disiplin, tegas serta bertanggung jawab. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal utama untuk bekerja sebagai tenaga pengamanan profesional.

Dari Mustahik Menjadi Muzaki

Selain membuka peluang kerja, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan efek berkelanjutan bagi penerima manfaat zakat.

Neni berpesan agar peserta yang saat ini berstatus sebagai mustahik atau penerima manfaat zakat dapat meningkatkan taraf hidup setelah memperoleh pekerjaan. Ia berharap mereka kelak mampu berubah menjadi muzaki, yakni orang yang menunaikan zakat dan ikut membantu masyarakat lainnya.

“Harapannya, setelah bekerja nanti, anak-anak kita ini bisa menjadi muzaki dan kembali berbagi melalui BAZNAS untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bontang Kuba Siga mengatakan, BAZNAS terus berupaya menyelaraskan program pemberdayaan dengan agenda pembangunan Pemkot Bontang.

Menurutnya, penyaluran zakat tidak semestinya hanya berhenti pada bantuan yang bersifat konsumtif. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar penerima manfaat memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, utamanya para ASN se-Kota Bontang yang telah menunaikan zakatnya. Melalui dana inilah kita dapat meningkatkan kapasitas anak-anak Bontang melalui sertifikasi agar mereka siap bersaing di dunia kerja,” kata Kuba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang Asdar Ibrahim, Ketua BAZNAS Kota Bontang Kuba Siga, perwakilan Kodim 0908/Btg Niko K, perwakilan Polres Bontang A. Khoiri, perwakilan Kemenag Kota Bontang Hartono, serta Direktur PT Nooren Surya Perdana Fachruddin Ismail.

Melalui kolaborasi pemerintah, BAZNAS dan dunia usaha, program Diksar Satpam Gada Pratama diharapkan tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja bersertifikat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat Bontang untuk memperoleh pekerjaan layak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }