Hadapi Musim Kemarau, Otorita IKN Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Lewat Simulasi Terpadu

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Jul 2026 18:15
3 menit membaca

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, badan usaha, dan masyarakat menggelar Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Niño 2026, yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Simulasi tersebut dirancang untuk menguji kesiapan seluruh unsur terkait, mulai dari sistem deteksi dini, mekanisme pelaporan, koordinasi lintas sektor, hingga kecepatan respons penanganan di lapangan apabila terjadi kebakaran.

Fenomena El Niño sendiri dikenal sebagai siklus iklim yang dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia. Kondisi tersebut kerap memicu kekeringan berkepanjangan yang meningkatkan kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dalam simulasi yang digelar, peserta memperagakan dua skenario penanganan. Skenario pertama menggambarkan kebakaran yang terjadi di kawasan rimba kota KIPP IKN, sementara skenario kedua mensimulasikan tindak lanjut laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi digital IKNOW.

Melalui aplikasi IKNOW, warga dapat melaporkan indikasi kebakaran dengan memanfaatkan fitur panic button. Laporan yang masuk akan diterima secara real time oleh petugas di Nusantara Command Center sebagai bagian dari sistem peringatan dini atau early warning system.

Selanjutnya, petugas akan melakukan koordinasi dengan polisi kehutanan dan tim pemadam kebakaran untuk melakukan verifikasi sekaligus penanganan cepat di lokasi kejadian.

Selain mengandalkan sistem pelaporan digital, Otorita IKN juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik api secara lebih akurat, terutama pada kawasan yang sulit dijangkau oleh personel di lapangan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa perlindungan kawasan hutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara,” ujar Basuki.

Data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah sekitar IKN. Pada Juni 2026, Kabupaten Kutai Kartanegara yang masuk dalam wilayah delineasi IKN tercatat memiliki 40 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan satu hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.

Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara pada periode yang sama tidak mencatat adanya titik panas.

Memasuki Juli 2026, jumlah hotspot di Kutai Kartanegara meningkat menjadi 44 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, serta satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Adapun Penajam Paser Utara masih mempertahankan status nol hotspot.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

“Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, pemantauan titik panas terus dilakukan bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta berkoordinasi dengan Otorita IKN untuk langkah penanganannya,” ujarnya.

Upaya mitigasi karhutla di kawasan IKN dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten, BMKG, BASARNAS, TNI/Polri, Kementerian Kehutanan, badan usaha, hingga kelompok masyarakat.

Selain kesiapan personel dan peralatan, Otorita IKN juga terus memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana dan Kelompok Masyarakat Peduli Api. Kedua kelompok tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani kebakaran sejak dini sebelum meluas.

Melalui simulasi ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menjaga kawasan Nusantara tetap aman dari ancaman karhutla sekaligus memastikan pembangunan ibu kota baru berlangsung selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }