Panitia HUT Kutim dan juga sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim , TrisnoKUTIM – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menyiapkan sayembara desain logo untuk perayaan tahun ini. Mekanisme pendaftaran tengah dimatangkan, dengan harapan ajang tersebut menjadi panggung bagi talenta kreatif lokal.
Panitia HUT Kutim, Trisno, mengatakan surat edaran mengenai sayembara ditargetkan mulai disebarkan pada Senin. Setelah resmi diumumkan, peserta diperkirakan memiliki waktu sekitar tujuh hingga 10 hari untuk mengirimkan karya.
“Harapan saya dimenangkan oleh anak-anak Kutai Timur,” ujar Trisno saat diwawancarai, Jumat (11/9/2026).
Sayembara desain logo tersebut sebelumnya juga telah digelar pada tahun lalu. Namun, pemenangnya bukan berasal dari Kutai Timur, melainkan seorang pegawai Telkom yang berdomisili di Makassar.
Menurut Trisno, pada penyelenggaraan sebelumnya kompetisi memang dibuka secara umum sehingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia dapat ikut berpartisipasi. Untuk tahun ini, panitia masih membahas cakupan peserta yang akan diberlakukan.
Ada dua opsi yang tengah dipertimbangkan, yakni tetap membuka sayembara secara nasional atau membatasinya khusus bagi warga Kutai Timur.
“Kita tadi ada masukan, debatnya tertutup atau open. Open maksudnya seperti tahun lalu, siapapun boleh daftar dari seluruh Indonesia, atau tertutup dengan syaratnya warga Kutai Timur,” jelasnya.
Selain menentukan mekanisme peserta, panitia juga memberi perhatian terhadap penggunaan teknologi dalam proses pembuatan desain.
Trisno menegaskan, peserta nantinya dilarang menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam menghasilkan karya. Ketentuan tersebut diberlakukan untuk memastikan desain yang diikutsertakan benar-benar lahir dari kreativitas dan kemampuan peserta.
Untuk mengawasi ketentuan tersebut, panitia bahkan menyiapkan aplikasi pendeteksi AI yang akan digunakan untuk memeriksa karya peserta.
Langkah itu dinilai penting agar sayembara tidak sekadar mencari desain terbaik, tetapi juga menjadi ruang bagi para desainer untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya secara langsung.
Meski demikian, keputusan mengenai mekanisme pendaftaran dan cakupan peserta masih akan dibahas lebih lanjut secara internal oleh panitia.
Apa pun format yang nantinya ditetapkan, Trisno berharap sayembara logo HUT Kutim tahun ini mampu memberikan kesempatan lebih besar kepada talenta lokal untuk tampil dan bersaing.
“Harapan saya sebenarnya mau terbuka atau tertutup, yang menang adalah anak-anak kreatif Kutai Timur,” tegasnya. (*)
Tidak ada komentar