Syamsinar Soroti Minimnya Edukasi Kebencanaan, Minta Industri dan Pemerintah Perkuat Mitigasi Sejak Dini

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
16 Jun 2026 22:28
2 menit membaca

PANGKEP – Anggota DPRD Pangkep, Syamsinar, menyoroti masih rendahnya edukasi kebencanaan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri, termasuk di wilayah operasional PT Semen Tonasa. Menurutnya, peningkatan investasi dan aktivitas industri harus dibarengi dengan upaya serius dalam membangun kesiapsiagaan warga menghadapi potensi keadaan darurat.

Syamsinar menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi insiden. Pemerintah daerah dan perusahaan, kata dia, harus mengambil langkah proaktif dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Pemerintah dan pihak perusahaan perlu memperkuat program mitigasi melalui sosialisasi rutin, simulasi evakuasi, penyebaran informasi yang mudah dipahami masyarakat, serta membangun sistem komunikasi yang cepat dan efektif saat kondisi darurat terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami risiko yang mungkin muncul di lingkungan sekitar, termasuk jalur evakuasi maupun prosedur penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat. Padahal, pemahaman tersebut menjadi faktor penting untuk mengurangi dampak dan potensi korban saat bencana terjadi.

Ia menilai keberadaan industri tidak semata diukur dari kontribusi ekonomi, penyerapan tenaga kerja, atau besarnya investasi yang masuk ke daerah. Lebih dari itu, perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat sekitar merasa aman dan terlindungi.

“Kehadiran industri harus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kepedulian terhadap keselamatan warga menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan,” tegasnya.

Syamsinar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana. Program sosialisasi, simulasi evakuasi, hingga penyediaan sistem informasi darurat yang mudah diakses harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, bukan sekadar agenda seremonial.

Menurutnya, langkah pencegahan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak menunggu adanya insiden sebelum mengambil tindakan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang paling rentan ketika keadaan darurat terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun mulai sekarang agar warga memahami apa yang harus dilakukan dan mampu melindungi diri,” katanya.

Pernyataan tersebut juga dipicu oleh berbagai peristiwa bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, baik di Indonesia maupun negara-negara tetangga. Meski potensi bencana belum tentu terjadi, ia menilai kewaspadaan dan kesiapan harus tetap menjadi prioritas.

Syamsinar berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pangkep dapat menjadikan edukasi kebencanaan sebagai program rutin, baik setiap bulan maupun setiap triwulan. Dengan demikian, masyarakat akan semakin memahami potensi risiko serta langkah penanganan yang tepat apabila terjadi kondisi darurat.

“Kita tentu berharap bencana tidak pernah terjadi. Namun kesiapan harus dibangun sejak dini agar masyarakat tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan jika situasi darurat benar-benar terjadi,” pungkasnya. (one)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }