Kutim Siapkan Dashboard CMS, Capaian Pembangunan Berkelanjutan Bisa Dipantau Masyarakat

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
16 Sep 2026 15:28
2 menit membaca

MEWSBORNEO.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat pemantauan pembangunan berkelanjutan melalui Credible Monitoring System (CMS). Sistem ini dilengkapi dashboard yang memungkinkan masyarakat melihat perkembangan capaian indikator keberlanjutan daerah secara lebih sistematis.

CMS berjalan beriringan dengan Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB), instrumen yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan dari tiga pilar utama, yakni sosial ekonomi, lingkungan, serta tata kelola.

“IYB dan CMS ini saling berkaitan dan saling mendukung upaya keberlanjutan,” ujar Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kutim, Ripto Widargo.

Ripto menjelaskan, kedua instrumen memiliki fungsi berbeda. IYB digunakan untuk menilai sejauh mana indikator yurisdiksi berkelanjutan telah tercapai, sementara CMS menyediakan sistem informasi untuk memantau perkembangan indikator tersebut.

“Yang satu menilai sejauh mana indikator yurisdiksi berkelanjutan tercapai, yang satunya berdasarkan pemanfaatan sistem informasi. Jadi ada dashboard yang dibangun untuk Credible Monitoring System ini atau CMS,” terangnya.

Pemkab Kutim sebelumnya menghadapi kendala dalam proses penyusunan laporan IYB. Pemerintah daerah masih harus melengkapi sejumlah kebutuhan agar perkembangan capaian keberlanjutan dapat tergambar lebih komprehensif.

Keberadaan data tersebut dinilai penting karena tidak berhenti sebagai alat pemantauan. Informasi yang terkumpul dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pada sektor pembangunan lain, termasuk menentukan kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi hijau dan investasi hijau.

“Ini sebenarnya bermanfaat untuk memberikan gambaran terkait keberlanjutan yang telah dilaksanakan di Kutim. Kemudian juga bisa mendukung pengambilan keputusan untuk sektor yang lain,” kata Ripto.

Data capaian IYB dan CMS juga dapat menjadi bukti pelaksanaan pembangunan yang mengacu pada prinsip keberlanjutan. Informasi tersebut sekaligus dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi dan potensi Kutim kepada pemangku kepentingan maupun calon investor.

Pemkab Kutim menargetkan pemanfaatan kedua instrumen itu dapat memperkuat perencanaan berbasis data. Pemerintah juga dapat mengidentifikasi indikator yang masih tertinggal untuk menentukan intervensi pembangunan berikutnya.

“Data ini juga bisa menjadi evidence atau bukti bahwa pelaksanaan pembangunan di Kutim telah mengacu pada prinsip-prinsip keberlanjutan,” ujar Ripto.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }