Warga Bontang Bisa Ikut 400 Pelatihan Gratis, Ada Sertifikat BNSP hingga Job Matching

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
16 Sep 2026 15:20
3 menit membaca

BONTANG — Warga Kota Bontang mendapat peluang meningkatkan keterampilan secara gratis melalui ratusan program pelatihan vokasi yang disiapkan pemerintah. Tak berhenti pada pelatihan, peserta yang memenuhi persyaratan juga akan diarahkan menuju sertifikasi kompetensi hingga peluang penempatan kerja.

Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lulusan baru, generasi muda, perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat rentan, pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga pelaku UMKM.

Sekitar 400 jenis pelatihan vokasi tersedia dengan bidang yang cukup beragam. Di antaranya pengelasan, teknisi listrik, servis AC, operator alat berat, teknologi digital, kuliner, kecantikan, konstruksi, pariwisata hingga sektor hospitality.

Pemerintah Kota Bontang juga akan mendorong keterlibatan sekitar 40 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) maupun Ruang Pelatihan Kerja (RPK) lokal agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan tidak hanya dibekali keterampilan. Mereka juga diarahkan untuk memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Setelah mengantongi sertifikat, peserta akan diarahkan mengikuti proses job matching melalui Aplikasi Siap Kerja maupun berbagai marketplace digital.

Dengan skema tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan belajar di ruang kelas. Prosesnya dirancang mulai dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, sertifikasi hingga mempertemukan peserta dengan peluang pekerjaan.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan Samarinda dengan Pemerintah Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (16/9/2026).

BPVP Samarinda sendiri memiliki wilayah kerja yang mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, dengan target keseluruhan mencapai 17.000 peserta.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyambut langsung tim BPVP Samarinda dalam pertemuan tersebut.

Neni menekankan agar pelatihan vokasi yang diberikan kepada masyarakat tidak sekadar mengejar jumlah peserta maupun sertifikat. Materi pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga tidak berhenti pada sertifikat, tetapi membuka peluang kerja dan penghasilan,” tegas Neni.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, masyarakat yang telah mengikuti pelatihan memiliki bekal yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha.

Dorong Talent Hub dan Ekonomi Kreatif

Selain memperkuat pelatihan vokasi, pemerintah juga berencana mengembangkan Talent Information Hub sebagai salah satu sarana mempertemukan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Fasilitas yang tersedia di lingkungan industri juga akan dimanfaatkan untuk memperluas peluang penyerapan tenaga kerja.

Peningkatan kapasitas instruktur turut menjadi perhatian. Hal ini diperlukan agar lembaga pelatihan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri, termasuk sektor ekonomi kreatif.

Bidang yang disasar tidak hanya pekerjaan teknis, tetapi juga musik, penyelenggaraan acara atau event, seni, pariwisata, hingga hospitality.

Pemerintah berharap keterlibatan LPK, dunia industri, dan pemerintah dapat membentuk rantai pelatihan yang lebih terarah.

Masyarakat tidak hanya mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru, tetapi juga memiliki jalur yang lebih jelas menuju sertifikasi dan peluang kerja.

Skema tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan daya saing di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan sektor ekonomi di Bontang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }