2.000 Masker Dibagikan, Dinkes Balikpapan Ingatkan Bahaya Paparan AsapBALIKPAPAN — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Kalimantan membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Paparan asap dalam waktu tertentu dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Masyarakat pun diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih terdampak asap.
Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Balikpapan, dr. Agus Iriansyah, mengatakan masyarakat perlu mengurangi paparan asap, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.
“Ini memicu peningkatan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan beberapa masalah pernapasan lainnya,” kata Agus, Senin (14/9/2026).
Agus mengimbau masyarakat tidak keluar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan polutan.
“Kurangi keluar ruangan bila tidak perlu. Menggunakan masker bila pagi dan sore hari karena berkegiatan di luar ada risikonya pada saat masih terjadi kebakaran hutan,” ujarnya.
Dinkes juga meminta masyarakat lebih peka terhadap kondisi tubuh, terutama mereka yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya setelah terpapar asap sebaiknya tidak diabaikan. Jika keluhan semakin berat, warga dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan, lebih dari 2.000 masker turut dibagikan kepada masyarakat Balikpapan.
Pembagian masker tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Jantung Indonesia, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinkes, serta sponsor HDI.
Agus mengatakan penggunaan masker tidak menggantikan upaya menghindari paparan asap, namun dapat menjadi perlindungan tambahan bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Dinkes Balikpapan mengajak warga membatasi kegiatan di luar rumah, menggunakan masker ketika berada di kawasan terdampak asap, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan.
Langkah tersebut dinilai penting dilakukan sembari masyarakat menunggu kondisi udara kembali membaik dan ancaman asap akibat karhutla berkurang. (*)
Tidak ada komentar