Maulid KBB Bontang, Pemkot Tekankan Kepemimpinan Harus Hadir untuk Melayani Warga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
5 Sep 2026 20:14
3 menit membaca

BONTANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kota Bontang menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan kembali pentingnya kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, saat mewakili Wali Kota Bontang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al-Adzkar, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Bontang memberikan apresiasi terhadap KBB yang dinilai konsisten menjaga tradisi Baayun Maulid. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Banjar, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan warga.

Anwar mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW relevan dijadikan pijakan dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, seorang pemimpin semestinya tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang harus dilayani, melainkan hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Rasulullah SAW telah memberikan contoh bahwa pemimpin bukanlah mereka yang hanya ingin dilayani, tetapi mereka yang hadir untuk melayani, melindungi, dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Anwar Sadat.

Program Sosial Tetap Jalan di Tengah Tekanan Fiskal

Anwar menegaskan, prinsip tersebut diterjemahkan Pemkot Bontang melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di tengah tantangan fiskal, pemerintah daerah tetap mempertahankan sejumlah program perlindungan sosial. Di antaranya pemberian perlengkapan sekolah gratis, insentif bagi kader posyandu dan penggiat keagamaan, serta tambahan bantuan bagi kelompok lanjut usia.

Menurut Anwar, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan.

Ia juga memaparkan sejumlah indikator yang disebut menunjukkan hasil dari kolaborasi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat dan sektor swasta.

Kemiskinan ekstrem di Bontang disebut telah ditekan hingga nol persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 6,36 persen.

Selain itu, pemerintah juga menyelamatkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi sekitar 15.000 warga terdampak melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Bontang.

Dua Penghargaan Jadi Pengakuan

Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Pemkot Bontang meraih dua penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Penghargaan itu menjadi bagian dari capaian pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pemerintah menegaskan capaian tersebut bukan alasan untuk berhenti berbenah. Kolaborasi antara pemerintah, paguyuban, tokoh masyarakat dan seluruh warga tetap dibutuhkan agar program pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Warga Diajak Hemat Air dan Cegah Kebakaran

Menutup sambutannya, Anwar juga mengajak warga Banjar dan seluruh masyarakat Bontang ikut mengambil peran menghadapi musim kemarau.

Masyarakat diminta menggunakan air bersih secara bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lingkungan.

Menurutnya, menghadapi musim kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah bencana.

Melalui momentum Maulid Nabi, Pemkot Bontang berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan dalam kepedulian, pelayanan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }