Salat Istisqa di Bontang, Neni Ingatkan Satu Kelalaian Bisa Picu Karhutla

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
5 Sep 2026 20:10
3 menit membaca

BONTANG – Kemarau panjang mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemkot Bontang mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar sekaligus memanjatkan doa agar hujan segera turun.

Ikhtiar tersebut diwujudkan melalui Salat Istisqa dan doa bersama 1448 Hijriah yang digelar di Stadion Bessai Berinta, Sabtu (5/9/2026).

Wali Kota Bontang Hj. Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris hadir dan memimpin jajaran pemerintah daerah, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga lurah. Mereka berbaur dengan masyarakat dalam pelaksanaan salat dan doa bersama.

Namun, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual. Pemkot Bontang sekaligus memperkuat pesan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla yang berpotensi meningkat seiring kondisi kemarau.

Neni mengingatkan, kondisi lahan yang semakin kering membuat tindakan kecil yang dianggap sepele dapat memicu kebakaran dan berkembang menjadi bencana lebih besar.

Terlebih, data hingga Agustus 2026 menunjukkan Kalimantan Timur telah mencatat 196 kejadian Karhutla dengan luasan lahan terbakar mencapai 388,8 hektare.

“Pemerintah terus berikhtiar dan membangun, sementara masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan. Pemerintah hadir, masyarakat bergerak; pemerintah berikhtiar, masyarakat menjaga, dan kita bersama-sama berdoa memohon pertolongan Allah SWT,” tegas Neni.

Wakil Wali Kota Agus Haris bersama jajaran birokrasi, mulai dari kepala OPD, camat, hingga lurah, untuk berbaur bersama masyarakat memohon solusi atas kemarau yang melanda.

Warga Diminta Hemat Air

Selain mengingatkan bahaya Karhutla, Neni meminta masyarakat lebih bijak menggunakan air selama kondisi kemarau berlangsung.

Penggunaan air, kata dia, perlu diprioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca kering.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya secara bijak menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

MUI Ingatkan Jaga Lingkungan

Pesan pemerintah tersebut diperkuat dengan tausiah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang, KH. Misbahul Munir, yang bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Istisqa.

Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kelestarian alam serta menghindari perilaku yang dapat merusak lingkungan dan memboroskan sumber daya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi ancaman krisis lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah bencana terjadi. Pencegahan dan perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting.

15 Kelurahan Diminta Perketat Pengawasan

Di sisi lain, Pemkot Bontang telah menginstruksikan aparatur kewilayahan di 15 kelurahan untuk meningkatkan pemantauan sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api selama musim kemarau.

Pemkot berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan masyarakat dapat memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus menjaga kondisi lingkungan Bontang hingga musim penghujan kembali tiba.

Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin. Sementara pengawasan, penghematan air dan pencegahan pembakaran lahan menjadi ikhtiar nyata yang harus dilakukan bersama. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }