Harga Cabai Lokal di Balikpapan Tembus Rp100 Ribu, Stok Pangan di Pasar Pandansari Dipastikan Aman

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
5 Sep 2026 14:46
3 menit membaca

BALIKPAPAN — Harga cabai lokal di Pasar Pandansari, Balikpapan, Kalimantan Timur, mencapai Rp100.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan kebutuhan pokok yang dilakukan pemerintah bersama aparat kepolisian, Sabtu (5/9/2026).

Pemantauan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang melibatkan Satgas Pangan, Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur, Satgas Pangan Polresta Balikpapan, serta Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.

Tim turun langsung mengecek harga sekaligus memastikan ketersediaan sejumlah bahan pangan di Pasar Pandansari, Jalan Pandan Sari, Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat.

Sejumlah komoditas menjadi sasaran pemantauan, mulai dari beras, telur, daging, bawang hingga cabai. Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya kenaikan pada beberapa komoditas, namun pemerintah menilai kondisi tersebut masih berada dalam batas kewajaran.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Wahid Alauddin, mengatakan kenaikan harga memang terjadi pada sejumlah bahan pangan yang dipantau.

“Dari kunjungan ke beberapa pedagang, ada beberapa kenaikan komoditas, tetapi masih dalam range yang sudah wajar,” ujar Wahid.

Kenaikan paling mencolok terlihat pada komoditas cabai. Berdasarkan hasil pemantauan, cabai yang didatangkan dari luar Balikpapan berada di kisaran Rp85.000 per kilogram.

Sementara cabai produksi petani lokal justru mencapai Rp100.000 per kilogram.

Wahid menjelaskan, kondisi cuaca di daerah penghasil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga cabai. Gangguan cuaca disebut berdampak terhadap produksi sehingga harga di tingkat pasar ikut mengalami peningkatan.

“Cabai memang ada kenaikan. Kalau informasi dari luar sekitar Rp85 ribu, tetapi yang dari petani lokal ada Rp100 ribu. Ini karena ada pengaruh cuaca dari daerah produsen,” jelasnya.

Selain cabai, harga daging juga mengalami peningkatan. Daging beku saat ini berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging segar mencapai Rp160.000 per kilogram.

Meski mengalami kenaikan, Wahid menyebut peningkatan harga daging masih sekitar 5 persen dan belum masuk dalam kategori yang mengkhawatirkan.

Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan di Pasar Pandansari masih aman.

Wahid meminta masyarakat tetap tenang karena stok kebutuhan pokok masih tersedia dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ketersediaan yang cukup, kemudian harga terjangkau, masyarakat tetap tenang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Muhammad Anwar, mengatakan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok dilakukan secara rutin setiap hari melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Berdasarkan sistem pemantauan tersebut, kondisi harga pangan di Balikpapan masih berada dalam kategori hijau.

“Ini masih memberikan sinyal, artinya masih dikatakan hijau karena masih dalam batas-batas tertentu,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, cabai menjadi komoditas yang menunjukkan kenaikan paling menonjol dibandingkan sejumlah bahan pangan lainnya.

Faktor cuaca di wilayah penghasil kembali disebut menjadi salah satu penyebab kenaikan harga di tingkat pasar. Kondisi di sektor hulu tersebut dinilai berpengaruh terhadap pasokan dan harga komoditas yang masuk ke Balikpapan.

Untuk mengantisipasi agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi lonjakan yang lebih tinggi, Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi dengan daerah penghasil dan pemasok bahan pangan.

Salah satu upaya yang disiapkan yakni membuka peluang kerja sama business to business (B2B) antara pedagang di Balikpapan dengan pemasok dari daerah produsen.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat jalur pasokan sekaligus menjaga harga tetap terkendali.

“Kami mencoba membuka kerja sama dengan daerah-daerah penghasil supaya kita bisa lagi bekerja sama dengan daerah-daerah pemasok yang notabene bisa menimbulkan lonjakan-lonjakan harga,” kata Anwar.

Dalam kegiatan sidak tersebut, tim juga didampingi Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Agus Sunandar, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan AKP Agus Fitriadi, perwakilan Ditresnarkoba Polda Kaltim, serta perwakilan Bulog.

Hasil pemantauan menunjukkan pasokan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Pandansari masih tersedia. Pemerintah pun memastikan masyarakat tidak perlu panik menghadapi kenaikan harga, khususnya cabai, karena kondisi stok pangan secara umum masih dalam keadaan aman. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }