
BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang terus memperkuat pendidikan demokrasi yang inklusif dengan menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula bagi Penyandang Disabilitas di SLB Negeri Bontang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini diikuti peserta dari enam Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Bontang sebagai upaya membekali pemilih pemula penyandang disabilitas dengan pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta tata cara menggunakan hak pilih dalam Pemilu.
Ketua KPU Kota Bontang membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak politik yang sama tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
“KPU Kota Bontang berkomitmen menghadirkan pendidikan pemilih yang inklusif, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menggunakan hak pilihnya dalam menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Bontang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan. Menurutnya, sosialisasi tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam meningkatkan literasi demokrasi bagi peserta didik penyandang disabilitas.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini merupakan sosialisasi pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas pertama yang melibatkan seluruh SLB di Kota Bontang. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bontang, Rina Megawati, hadir sebagai narasumber dengan materi bertema “Suara Kita Berharga untuk Masa Depan Indonesia.”
Rina menjelaskan pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi, sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak-hak politik penyandang disabilitas, cara mengenali calon melalui surat suara, hingga tata cara mencoblos yang benar saat hari pemungutan suara.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, KPU Kota Bontang juga menggelar simulasi pemungutan suara. Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan bentuk surat suara dan diajak mempraktikkan langsung tahapan pencoblosan sesuai prosedur yang berlaku.
Melalui simulasi ini, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman nyata sehingga lebih percaya diri saat menggunakan hak pilih pada Pemilu mendatang.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat interaktif. Para peserta aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber mengenai proses pemungutan suara dan hak-hak pemilih penyandang disabilitas.
KPU Kota Bontang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bontang atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, dan lembaga pendidikan dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan pemilih yang inklusif.
Melalui kegiatan ini, KPU Kota Bontang berharap pemilih pemula penyandang disabilitas semakin memahami hak konstitusionalnya, memiliki keberanian untuk berpartisipasi dalam Pemilu, serta menjadi bagian aktif dalam membangun demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas. (*)
Tidak ada komentar