Disperkim Kutim terima kunjungan kerja Komisi C DPRD Kota Bontang, beberapa waktu lalu.NEWSBORNEO.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Timur menjadi rujukan Komisi C DPRD Kota Bontang dalam membahas penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar perkotaan.
Komisi C DPRD Bontang melakukan kunjungan kerja ke Disperkim Kutim untuk menggali informasi mengenai pengelolaan kawasan permukiman. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman antara dua daerah di Kalimantan Timur.
Disperkim Kutim memaparkan pengalaman dalam menata kawasan permukiman agar lebih tertib dan layak huni. Pembahasan diarahkan pada bagaimana pembangunan infrastruktur dasar dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat.
“Penataan kawasan permukiman membutuhkan perencanaan yang menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Infrastruktur dasar menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan,” ujar perwakilan Disperkim Kutim.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Kondisi lingkungan, kenyamanan warga serta keberlanjutan kawasan turut menjadi bagian dalam penataan permukiman.
Disperkim Kutim juga berbagi pengalaman mengenai strategi peningkatan kualitas kawasan permukiman yang dapat menjadi bahan perbandingan bagi DPRD Bontang dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembahasan kebijakan.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan permukiman memiliki tantangan berbeda di setiap daerah. Karakter wilayah, kepadatan kawasan hingga kebutuhan infrastruktur menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan langkah penataan.
Bagi Disperkim Kutim, pertukaran informasi antardaerah menjadi kesempatan untuk saling melihat pendekatan yang telah dilakukan dalam menjawab persoalan permukiman.
Upaya meningkatkan kualitas kawasan permukiman pada akhirnya tidak hanya menyangkut tersedianya infrastruktur. Lingkungan yang aman, nyaman dan layak huni juga menjadi bagian dari kualitas hidup masyarakat.
“Pengalaman yang dibagikan dalam pertemuan ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk memperkuat penataan kawasan permukiman sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujarnya.
Tidak ada komentar