Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan 230 kios di Pasar Sepinggan, Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungannya, ia memastikan Pemerintah Kota Balikpapan segera menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar para pedagang dapat kembali beraktivitas sembari menunggu proses revitalisasi pasar.Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang menghanguskan 230 kios di Pasar Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memastikan para pedagang yang terdampak akan segera difasilitasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar aktivitas ekonomi mereka dapat kembali berjalan.
Kepastian tersebut disampaikan Rahmad saat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar dan Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali.
Di hadapan para pedagang, Rahmad meminta mereka tetap bersabar karena pemerintah tengah menyiapkan langkah penanganan darurat sekaligus rencana revitalisasi pasar secara menyeluruh.
“Pedagang kami minta bersabar. Pemerintah tidak akan tinggal diam. Pasar ini akan kita tata ulang, dan untuk sementara akan disiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar pedagang tetap bisa berjualan,” ujar Rahmad.
Ia menjelaskan, sebelum pembangunan TPS dimulai, pemerintah akan memprioritaskan proses pembersihan area bekas kebakaran. Tahapan tersebut memerlukan koordinasi dengan para pedagang agar alat berat dan kendaraan pengangkut material dapat bekerja tanpa hambatan.
“Yang pertama kita bersihkan dulu lokasi ini. Karena itu kami sedang berkoordinasi dengan para pedagang supaya akses mobilisasi untuk pembersihan lahan bisa berjalan lancar,” katanya.
Rahmad juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa ratusan pedagang. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan Pasar Sepinggan yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan turut berduka atas kejadian ini. Mudah-mudahan penataan nanti jauh lebih baik. Memang sebenarnya kita sudah memiliki niat untuk merevitalisasi pasar ini. Mudah-mudahan dengan kemampuan anggaran yang ada, pembangunan bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Balikpapan karena telah berdiri sejak era 1970-an. Oleh karena itu, revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan standar keamanan dan kenyamanan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan sistem mitigasi kebakaran. Ke depan, Pemkot Balikpapan akan melengkapi pasar-pasar tradisional dan fasilitas publik dengan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi terhadap keadaan darurat.
“Ke depan bukan hanya di pasar ini, tetapi juga pasar-pasar lain dan fasilitas publik harus memiliki APAR sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat,” tegas Rahmad.
Terkait lokasi TPS, pemerintah masih melakukan kajian terhadap sejumlah alternatif. Salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan adalah memanfaatkan area parkir pasar. Namun, menurut Rahmad, pilihan tersebut harus dikaji secara matang agar tidak mengganggu akses kendaraan maupun aktivitas pengunjung.
“Kita tidak ingin solusi yang dibuat justru menimbulkan masalah baru. Kalau area parkir dipakai seluruhnya, nanti kendaraan sulit masuk dan pembeli juga berkurang. Itu tentu akan merugikan pedagang sendiri,” jelasnya.
Selain menyiapkan TPS, Pemkot Balikpapan telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan pedagang terdampak, menghitung tingkat kerusakan, membersihkan lokasi kebakaran, serta menyusun rencana revitalisasi Pasar Sepinggan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas gabungan juga masih melakukan pendataan kerusakan serta menginventarisasi total kerugian akibat peristiwa tersebut. (*)
Tidak ada komentar