Jalan rusak diduga akibat truk-truk pengangkut material tambang hilir mudik setiap hari.PANGKEP – Aktivitas pertambangan PT Gunung Kapur Generasi Mandiri (GKGM) di Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, terus berjalan. Truk-truk pengangkut material tambang hilir mudik setiap hari. Namun di tengah geliat industri tersebut, sebagian warga mengaku masih menyimpan kekecewaan karena merasa belum merasakan manfaat nyata dari kehadiran perusahaan di wilayah mereka.
Dua persoalan yang sejak lama menjadi sorotan masyarakat hingga kini disebut belum menemukan titik terang, yakni penyelesaian pembebasan lahan warga dan minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional perusahaan.
Warga menilai investasi yang masuk ke daerah semestinya mampu menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyerapan tenaga kerja. Namun harapan itu, menurut mereka, belum sepenuhnya terwujud.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya karena sebagian besar sopir yang bekerja di perusahaan disebut berasal dari luar Desa Tabo-Tabo.
“Orang luar semua sopirnya. Tidak adami warga Tabo-Tabo yang diterima sebagai sopir. Soal pembebasan lahan juga belum ada kejelasan,” ujarnya.
Selain persoalan tenaga kerja, warga juga menyoroti nasib lahan yang terdampak aktivitas perusahaan. Mereka mengaku masih menunggu kepastian sekaligus komunikasi yang lebih terbuka dari pihak perusahaan agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.
Menurut warga, keberadaan perusahaan tambang seharusnya tidak hanya berfokus pada aktivitas produksi dan keuntungan bisnis. Masyarakat sekitar juga perlu dilibatkan agar dapat merasakan dampak positif dari investasi yang masuk ke daerah mereka.
Keresahan itu turut disampaikan Bang Dul, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia menilai manfaat ekonomi yang dirasakan warga masih belum sebanding dengan dampak yang muncul akibat aktivitas pertambangan.
“Hasil bumi kami dibawa keluar, hanya dampak keburukannya yang kami rasakan,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar PT GKGM lebih memperhatikan aspek pemberdayaan warga lokal, baik melalui kesempatan kerja maupun penyelesaian persoalan lahan yang hingga kini masih menjadi perhatian.
Warga berharap perusahaan dapat menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap masyarakat sekitar, sehingga keberadaan investasi tidak hanya terlihat dari aktivitas tambang yang terus berjalan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan warga di lingkar tambang.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Gunung Kapur Generasi Mandiri (GKGM) belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Upaya konfirmasi yang dilakukan media juga belum memperoleh respons.
Kini, masyarakat Tabo-Tabo masih menunggu jawaban dan langkah konkret dari perusahaan. Sebab bagi mereka, investasi bukan sekadar soal eksploitasi sumber daya alam, melainkan juga tentang penghormatan terhadap hak warga dan kesempatan bagi putra daerah untuk ikut berkembang di tanah kelahirannya sendiri. (*)
Tidak ada komentar