Tekan Pernikahan Dini dan Stunting, Pemkot Bontang Gandeng Mahasiswa hingga Dunia Usaha

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
12 Agu 2026 20:00
3 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat.

Kolaborasi itu terlihat dalam kegiatan “Gen Smart: Generasi Sadar Merencanakan Masa Depan, Cegah Pernikahan Dini, Wujudkan Generasi Bebas Stunting” yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) Kelompok 52.

Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di halaman rumah Ketua RT 13, Kelurahan Teluk Kadere, Rabu (12/8/2026). Acara dibuka Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Bontang, Lukman.

Turut hadir Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya, Kepala Puskesmas Bontang Lestari, serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bontang, Bambang Sri Mulyono. Dukungan dunia usaha juga ditunjukkan melalui kehadiran manajemen PT Indominco Mandiri dan PT PAMA Persada Nusantara.

Kualitas SDM Jadi Fondasi Pembangunan

Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fondasi utama kemajuan Kota Bontang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kesehatan, pendidikan, dan kecerdasan masyarakat.

“Pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya gedung-gedung yang berdiri atau seberapa mulus jalan yang dibangun. Pembangunan yang sesungguhnya dimulai dari kualitas manusia, terutama kesehatan dan kecerdasannya,” ujar Lukman.

Ia mengapresiasi tema edukasi yang diusung mahasiswa KKN Unmul karena menyasar persoalan yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda, mulai dari pemenuhan gizi hingga pencegahan pernikahan dini.

Lukman menekankan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan jauh sebelum seseorang memasuki fase menjadi orang tua.

“Pencegahan stunting tidak dimulai ketika bayi telah lahir, melainkan harus dilakukan sejak masa remaja melalui perencanaan kehidupan yang matang, pemenuhan gizi, serta pencegahan pernikahan dini,” katanya.

Stunting Bontang Lestari Turun dari 27 Persen Jadi 19 Persen

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bontang, Bambang Sri Mulyono, mengungkapkan prevalensi stunting di Kota Bontang secara umum kini berada di angka 14 persen.

Kabar positif datang dari wilayah Bontang Lestari. Angka stunting di kawasan tersebut berhasil ditekan dari 27 persen menjadi 19 persen.

Menurut Bambang, penurunan tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, ketua RT, pemerintah hingga dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Penurunan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari kader kesehatan, ketua RT, pemerintah, hingga dukungan program CSR perusahaan yang berada di wilayah penyangga,” jelas Bambang.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat agar intervensi terhadap keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil dan Balita

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Bontang bersama Puskesmas dan PT Indominco Mandiri turut menyalurkan bantuan Pemberian Diet Khusus (PDK) dan vitamin bagi ibu hamil serta balita.

Bantuan tambahan gizi juga diberikan dalam bentuk 24 botol Apyalasi Stroop, 130 kotak susu SGM 1+, dan 130 kotak susu SGM 3+.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat intervensi gizi bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Melalui edukasi kepada remaja, pencegahan pernikahan dini, peningkatan kesadaran gizi, serta dukungan lintas sektor, Pemkot Bontang berharap upaya penurunan stunting dapat semakin efektif.

Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan generasi Bontang yang lebih sehat sekaligus mempercepat target “Zero Stunting” di Kota Taman. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }