Menuju Operasi Kilang 360 Ribu Barel per Hari, Pertamina Perkuat Edukasi Keselamatan Warga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
12 Agu 2026 19:42
3 menit membaca

BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mulai mengedukasi masyarakat di sekitar kawasan kilang menjelang fase commissioning atau uji operasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Sosialisasi dilakukan agar warga tidak panik ketika melihat nyala flare yang lebih besar, mendengar suara bising dari proses steam blowing, maupun menyaksikan keluarnya uap putih dari area kilang saat unit-unit baru mulai dioperasikan.

Kegiatan tersebut menyasar lebih dari 500 warga di empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan kilang, yakni Balikpapan Utara, Balikpapan Barat, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Kota.

VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan penyampaian informasi sejak dini penting dilakukan mengingat sebagian besar konstruksi fisik unit kilang baru telah rampung dan memasuki tahap pengujian operasional.

“Informasi dini ini penting disampaikan karena sebagian besar konstruksi fisik unit-unit kilang baru telah rampung,” ujar Asep, Rabu (12/8/2026).

Flare, Steam Blowing hingga Uap Putih Disebut Bagian dari Uji Operasi

Menurut Asep, terdapat sejumlah aktivitas yang kemungkinan akan terlihat maupun terdengar oleh masyarakat selama proses commissioning berlangsung.

Salah satunya adalah peningkatan nyala flare atau obor kilang yang bersifat sementara sebagai bagian dari penyesuaian sistem operasi pada tahap awal.

Selain itu, warga juga berpotensi mendengar suara bising akibat proses steam blowing, yakni pembersihan pipa menggunakan uap bertekanan tinggi sebelum fasilitas mulai beroperasi penuh.

Masyarakat juga diminta tidak khawatir apabila melihat kepulan uap berwarna putih dari area kilang.

“Uap putih tersebut merupakan uap air murni dan bukan polusi berbahaya. Jadi, warga diharapkan tidak lekas panik apabila melihatnya di kemudian hari,” kata Asep.

Untuk memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman, KPB melakukan pemantauan kualitas udara dan tingkat kebisingan selama 24 jam dengan melibatkan laboratorium lingkungan independen yang telah terakreditasi.

Edukasi Keselamatan hingga Simulasi APAR

Sosialisasi tidak hanya berisi penjelasan mengenai aktivitas operasional kilang, tetapi juga pembekalan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Warga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan pihak perusahaan melalui sesi tanya jawab, sekaligus mengikuti simulasi penanganan kebakaran menggunakan kain basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pelatihan tersebut melibatkan ketua RT, tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Tanggap Bencana (Katana), BPBD Kota Balikpapan, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan agar pengetahuan keselamatan dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kehadiran perusahaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen memberikan edukasi keselamatan dan manajemen kedaruratan sejak dini kepada masyarakat sekitar kilang,” ujar Asep.

Kilang Balikpapan Ditarget Berkapasitas 360 Ribu Barel per Hari

PT KPB merupakan pengelola Proyek Strategis Nasional RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe yang ditujukan meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan menjadi 360.000 barel per hari, menjadikannya salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia.

Salah satu fasilitas utama yang dibangun adalah Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC), unit yang mengolah minyak residu menjadi berbagai produk bernilai tinggi seperti Pertamax, Pertalite, Diesel, Avtur, LPG, hingga bahan baku petrokimia.

Camat: Informasi Langsung Cegah Hoaks

Camat Balikpapan Utara, Umar Hadi, menilai sosialisasi langsung kepada warga sangat penting karena banyak permukiman berada berdekatan dengan aset Pertamina.

“Informasi awal semacam ini sangat dibutuhkan warga yang lokasinya berhimpitan langsung dengan aset Pertamina,” ujarnya.

Menurut Umar, pendekatan tatap muka membantu masyarakat memahami kondisi sebenarnya sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

“Warga dapat memahami situasi riil di lapangan lebih dahulu, alih-alih baru mengetahuinya lewat kabar yang berkembang liar di media sosial,” pungkasnya.

Melalui rangkaian edukasi tersebut, Pertamina berharap masyarakat memahami perubahan aktivitas yang mungkin muncul selama fase commissioning sekaligus memiliki bekal pengetahuan dasar mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }