BAZNAS Kaltim Kumpulkan Rp19 Miliar, Seno Aji Pacu Target hingga Rp30 Miliar

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Agu 2026 20:25
3 menit membaca

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltim meningkatkan penghimpunan zakat hingga mencapai Rp30 miliar pada 2026.

Dorongan tersebut disampaikan Seno Aji saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) Pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS Republik Indonesia Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, jajaran Forkopimda, serta pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Kaltim.

Dalam sambutannya, Seno Aji mengapresiasi pelaksanaan Rakorda yang dinilai penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat pengelolaan zakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Menurutnya, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS perlu terus diperkuat agar potensi zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Penghimpunan Zakat Tembus Rp19 Miliar

Seno Aji mengungkapkan, penghimpunan zakat BAZNAS Kaltim menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan dalam Rakorda, hingga Juni 2026 penghimpunan zakat telah mencapai lebih dari Rp19 miliar.

Capaian tersebut membuat Seno Aji optimistis target penghimpunan dapat menembus Rp25 miliar. Namun, ia mendorong agar target tersebut dinaikkan hingga Rp30 miliar.

Untuk mengejar target tersebut, Seno Aji meminta pemerintah daerah ikut memperkuat dukungan, termasuk mendorong aparatur sipil negara (ASN) menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, potensi zakat dari ASN di masing-masing daerah cukup besar apabila dikelola secara terkoordinasi dan konsisten.

“Kita bersama-sama para pengurus BAZNAS kabupaten kota, seluruhnya 10 kabupaten kota, bisa juga secara gesit dan secara cepat mengumpulkan zakat dari beberapa pegawai negeri sipil di daerah masing-masing, tentu saja dikomando oleh kepala daerah, dan diberikan kepada UMKM setempat,” jelasnya.

Zakat Jangan Hanya untuk Bantuan

Seno Aji juga menekankan agar pengelolaan zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan konsumtif. Dana zakat, kata dia, perlu diarahkan pada program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Seno Aji, UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi kerakyatan di Kaltim. Karena itu, kolaborasi BAZNAS dan pemerintah daerah diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha, termasuk melalui pemberian modal produktif kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan pola tersebut, zakat diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi modal untuk membangun usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Pemprov Kaltim Perkuat Kolaborasi dengan BAZNAS

Seno Aji menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus mendukung program-program BAZNAS yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menyebut BAZNAS sebagai salah satu instrumen penting yang dapat membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi dana zakat.

“BAZNAS Kaltim adalah salah satu dari senjata kita para kepala daerah untuk bisa membantu mensejahterakan rakyat dari hasil pengumpulan zakat dari masyarakat juga. Maka itu kami bangun kolaborasi yang semakin kuat,” tegasnya.

Ia berharap Rakorda dan BAZNAS Strategic Development dapat menjadi momentum memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas penghimpunan zakat, serta memperbesar dampak program pemberdayaan masyarakat.

“BAZNAS dan pemerintah berjalan beriringan bersama masyarakat,” pungkasnya.

Rakorda dan BAZNAS Strategic Development tersebut diikuti jajaran pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur dan berlangsung pada 10–13 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan utama dilaksanakan di Hotel Harris Samarinda. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }