PLN UIP KLT Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Balikpapan Selatan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Jul 2026 19:10
3 menit membaca

BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat melalui program pemberdayaan yang berorientasi pada lingkungan dan ketahanan pangan. Kali ini, PLN menggagas program pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat dengan melibatkan perempuan sebagai motor penggerak utama perubahan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Khususnya Kaum Perempuan di Kecamatan Balikpapan Selatan” resmi diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan, Selasa (8/7/2026).

Melalui kolaborasi bersama Yayasan Peduli Balikpapan sebagai mitra pelaksana, program ini dirancang untuk menjangkau seluruh kelurahan di Kecamatan Balikpapan Selatan, meliputi Gunung Bahagia, Damai Bahagia, Damai Baru, Sepinggan, Sepinggan Raya, Sepinggan Baru, dan Sungai Nangka.

Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kesamaan persepsi antara pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terkait mengenai tujuan, sasaran, serta tahapan pelaksanaan program yang akan dilakukan secara bertahap.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PLN UIP KLT juga menyerahkan bantuan komposter ember susun secara simbolis kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan Balikpapan Selatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan baru dalam mengolah sampah secara mandiri.

Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1, I Made Gita Prawira, mengatakan program ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan perubahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Pengelolaan sampah dan ketahanan pangan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap tumbuh kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam keberhasilan program karena berperan langsung dalam pengelolaan rumah tangga dan memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola hidup keluarga maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, PLN berharap program ini mampu melahirkan kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi lingkungan sekitarnya,” tambah I Made.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, menegaskan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat seiring pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di berbagai daerah.

Menurutnya, kehadiran PLN tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik yang andal, tetapi juga tentang kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan.

“Bagi PLN, komitmen terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui layanan kelistrikan. Kami juga ingin memastikan bahwa keberadaan perusahaan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Ke depan, program ini akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga serta pemanfaatan pekarangan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.

Melalui pendekatan tersebut, PLN berharap dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan di Kota Balikpapan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }