Tragedi Pantai Kemala, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Dua Hari Dicari

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Jul 2026 19:21
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Operasi pencarian terhadap Abizar (12), bocah yang hilang setelah terseret arus di kawasan Pantai Kemala Beach, Balikpapan, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pagi setelah dua hari pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.

Penemuan korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat dan relawan sejak laporan kejadian diterima pada Sabtu (11/7/2026).

Komandan Search and Rescue Unit (SRU) Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.30 WITA dengan menyisir area perairan dan garis pantai di sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika sekitar pukul 09.25 WITA tim menemukan tubuh korban mengapung di laut, sekitar 200 meter dari titik terakhir korban diketahui berada atau Last Known Position (LKP).

“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 09.25 WITA. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan visum,” ujar Nur Ngalim.

Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan guna menjalani pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa tragis tersebut bermula saat Abizar bersama tiga rekannya, yakni Hafizh (10), Agus Junaidin (11), dan Muhammad Gibran (9), berenang di kawasan Pantai Kemala Beach pada Sabtu pagi.

Saat asyik bermain di perairan dangkal dekat bibir pantai, keempat anak itu diduga terseret ombak dan arus laut yang cukup kuat hingga menjauh dari daratan. Tiga anak berhasil diselamatkan oleh personel Sabhara yang berada di sekitar lokasi, sementara Abizar hilang terbawa arus.

Laporan mengenai insiden tersebut pertama kali diterima Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan yang menginformasikan adanya empat anak terseret arus di kawasan wisata pantai tersebut.

Berdasarkan hasil asesmen dan keterangan sejumlah saksi, korban bersama teman-temannya diduga berenang terlalu jauh sehingga kesulitan melawan arus untuk kembali ke tepi pantai.

“Dari informasi yang kami peroleh, korban bersama teman-temannya terbawa ombak ke arah tengah laut dan tidak mampu kembali ke daratan karena arus yang cukup kuat,” jelas Nur Ngalim.

Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran menggunakan perahu di perairan sekitar lokasi hingga pemantauan sepanjang garis pantai.

Operasi tersebut melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, TNI, Polri, serta sejumlah unsur relawan yang turut membantu proses pencarian.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.

Basarnas Balikpapan mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang dan arus laut sedang kuat. Orang tua juga diminta untuk memberikan pengawasan penuh kepada anak-anak guna mencegah terjadinya insiden serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama saat berwisata maupun beraktivitas di kawasan perairan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }