Suara masyarakat menjadi perhatian serius dalam agenda reses anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Syamsinar, Sekretaris Komisi II dari Fraksi PPP. Dalam pertemuan yang digelar di Jalan Plamboyan Nomor 8, Kecamatan Pangkajene, Rabu (24/6/2026)PANGKEP – Suara masyarakat menjadi perhatian serius dalam agenda reses anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Syamsinar, Sekretaris Komisi II dari Fraksi PPP. Dalam pertemuan yang digelar di Jalan Plamboyan Nomor 8, Kecamatan Pangkajene, Rabu (24/6/2026), warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian dan solusi nyata dari pemerintah daerah.
Didampingi masyarakat setempat dan tuan rumah RT Syamsiah, Syamsinar menerima berbagai aspirasi mulai dari persoalan infrastruktur, lingkungan, hingga kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga yakni kondisi jalan berlubang yang dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal. Masyarakat berharap perbaikan jalan tidak lagi dilakukan dengan cara tambal sulam, melainkan dibangun lebih permanen melalui pengecoran atau pembetonan secara menyeluruh.
Menanggapi aspirasi tersebut, Syamsinar menegaskan bahwa usulan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan.
“Warga berharap jalan yang rusak tidak hanya ditempel atau ditambal, tetapi dibeton secara keseluruhan agar lebih kokoh, aman dilalui, dan memiliki kualitas yang lebih tahan lama. Ini menjadi perhatian kami di DPRD untuk dikoordinasikan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain persoalan jalan, masyarakat juga mengeluhkan kondisi talud atau bantaran sungai yang mengalami longsor. Warga meminta adanya langkah cepat karena kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.
Menurut Syamsinar, persoalan talud harus segera mendapat perhatian melalui kajian teknis agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran.
“Talud yang longsor bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan warga. Kami akan mendorong agar pemerintah daerah segera melihat kondisi tersebut dan mengambil langkah penanganan,” jelasnya.
Tak hanya itu, warga juga menyoroti kondisi Kantor Lurah Paddoang Doangan yang membutuhkan perhatian, terutama dalam peningkatan fasilitas pendukung pelayanan publik. Masyarakat berharap kantor kelurahan dapat menjadi tempat pelayanan yang lebih nyaman dan optimal.
Aspirasi lain yang mencuat dalam reses tersebut adalah kebutuhan penampungan air bersih berupa tandon. Warga menilai keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu, terutama saat musim kemarau ketika kebutuhan air bersih meningkat.
Syamsinar menyebut persoalan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi perhatian pemerintah.
“Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Aspirasi terkait bantuan tandon air ini akan kami dorong agar dapat masuk dalam program yang menjadi prioritas,” katanya.
Sementara itu, persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di kawasan stadion juga menjadi perhatian warga. Masyarakat meminta agar lokasi tersebut segera dipindahkan karena dinilai berdampak terhadap kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Syamsinar mengatakan pihaknya akan meminta kejelasan pemerintah daerah terkait rencana relokasi TPA tersebut.
“Kami akan meminta penjelasan terkait keberadaan TPA di sekitar stadion, termasuk bagaimana rencana pemindahannya. Aspirasi masyarakat harus mendapatkan jawaban dan solusi yang jelas,” tegasnya.
Syamsinar memastikan seluruh masukan warga dalam kegiatan reses tersebut akan dikawal melalui DPRD sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Semua aspirasi ini adalah kebutuhan nyata masyarakat. Kami akan memperjuangkannya agar pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” pungkasnya.(irw)
Tidak ada komentar