Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., saat menyampaikan penyampaian jawaban Wali Kota Balikpapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
pada Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan ke-9 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (13/7/2026).BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembiayaan berbagai program prioritas pada tahun 2026. Sejumlah agenda strategis seperti peningkatan layanan air bersih, percepatan penanganan banjir, hingga kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan ke-9 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 yang membahas jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, di Hotel Grand Senyiur, Senin (13/7/2026).
Menurut Bagus, salah satu isu yang banyak menjadi perhatian masyarakat maupun DPRD adalah pelayanan air bersih. Ia mengakui gangguan distribusi yang terjadi beberapa waktu lalu akibat kebocoran pipa sempat menimbulkan keluhan warga di sejumlah wilayah.
“Beberapa minggu lalu memang terjadi kebocoran pipa di beberapa titik yang berdampak pada pelayanan air bersih. Karena itu, perbaikan jaringan pipa tetap menjadi program prioritas yang akan terus kami lanjutkan,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, sebagian besar jaringan distribusi milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) saat ini telah berusia sekitar empat dekade. Infrastruktur yang dibangun sejak era 1980-an tersebut membutuhkan pembaruan secara bertahap agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Selain penggantian jaringan pipa yang telah menua, pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas sumber air baku melalui pengerukan Waduk Manggar serta optimalisasi sejumlah kolam retensi yang tersebar di kawasan perumahan.
Menurutnya, langkah tersebut telah memberikan tambahan kapasitas produksi air yang cukup signifikan, termasuk peningkatan suplai sekitar 50 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Balikpapan Barat.
“Optimalisasi sumber air baku terus kami lakukan karena hasilnya cukup efektif dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan layanan air bersih, Pemkot Balikpapan bersama PTMB juga menargetkan pembangunan sekitar 12 ribu sambungan rumah baru pada tahun ini. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai ketersediaan jaringan pipa induk di masing-masing wilayah.
“Tahun ini hampir 12 ribu sambungan rumah baru akan dibangun. Pelaksanaannya dilakukan bertahap sambil menyiapkan kajian investasi yang lebih besar untuk pengembangan jaringan ke depan,” jelas Bagus.
Selain sektor air bersih, pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagus menyebut proyek tersebut sempat terhenti setelah penyedia jasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemerintah akhirnya memutus kontrak dengan pihak pelaksana dan kini menyiapkan langkah lanjutan agar proyek tersebut dapat kembali dianggarkan.
“Kontrak pekerjaan telah diputus karena penyedia jasa tidak dapat menyelesaikan pembangunan. Kami berharap proyek ini bisa kembali masuk dalam perencanaan APBD 2027 melalui pembahasan RKPD dan KUA-PPAS bersama DPRD,” ungkapnya.
Di sisi lain, persoalan banjir juga tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Balikpapan. Pemerintah menilai pembebasan lahan di kawasan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
“Setiap tahun kami mengupayakan pembebasan lahan sebagai bagian dari strategi penanganan banjir. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan persoalan banjir di sejumlah wilayah dapat semakin berkurang,” kata Bagus.
Ia mengakui anggaran pembebasan lahan yang tersedia saat ini masih terbatas. Karena itu, diperlukan dukungan dan sinkronisasi bersama DPRD dalam proses pembahasan anggaran agar program tersebut dapat diperkuat pada tahun-tahun mendatang.
Terkait SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp479,23 miliar, Bagus menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir. Menurutnya, SILPA tersebut sebagian besar terbentuk karena efisiensi pelaksanaan anggaran, termasuk penghematan hasil lelang dan adanya sejumlah kegiatan yang realisasinya lebih rendah dari proyeksi awal.
“Ini bukan karena program gagal dilaksanakan. Sebagian besar berasal dari efisiensi anggaran dan hasil lelang. Justru SILPA ini akan menjadi penguatan pembiayaan pembangunan pada tahun 2026,” tegasnya.
Ia memastikan seluruh dana SILPA akan dikelola sesuai ketentuan keuangan daerah dan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas yang telah direncanakan dalam APBD 2026.
Dengan penguatan pembiayaan tersebut, Pemkot Balikpapan optimistis berbagai program strategis, mulai dari peningkatan pelayanan air bersih, penanganan banjir, hingga pembangunan fasilitas kesehatan dapat berjalan lebih maksimal demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*)
Tidak ada komentar