Pelatihan Pembuatan Kompos dari Limbah Non-B3, Booster Asam Amino, dan Insektisida Alami tersebut berlangsung di kawasan Kampung Hortikultura HOP 7 dan diikuti anggota Kelompok Tani Karya Bersama.BONTANG – Upaya mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan terus didorong Badak LNG melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya dengan menggelar pelatihan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang ditujukan bagi petani binaan di Kota Bontang.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Pembuatan Kompos dari Limbah Non-B3, Booster Asam Amino, dan Insektisida Alami tersebut berlangsung di kawasan Kampung Hortikultura HOP 7 dan diikuti anggota Kelompok Tani Karya Bersama. Pelatihan menghadirkan praktisi pertanian Dwi Dally sebagai narasumber utama.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Semai Bumi (Sejahterakan Masyarakat Melalui Agribisnis Inovatif, Berdaya, Unggul, dan Mandiri), sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan pertanian produktif dengan pendekatan ramah lingkungan.
Melalui program tersebut, Badak LNG mengajak masyarakat untuk melihat limbah dari perspektif yang berbeda. Berbagai material yang selama ini dianggap tidak bernilai didorong untuk diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Program Semai Bumi lahir dari semangat menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan memastikan lahan pertanian yang ada saat ini tetap produktif bagi generasi mendatang. Karena itu, Badak LNG tidak hanya hadir sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan praktik pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.
Salah satu keunggulan program ini adalah penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali berbagai limbah menjadi produk yang memiliki manfaat baru. Mulai dari sisa hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga limbah non-B3 industri LNG berupa kalsium silikat, semuanya dapat diolah untuk mendukung produktivitas pertanian.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik pembuatan kompos dari limbah organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, produksi booster asam amino berbahan ikan rucah teri sebagai sumber nutrisi tanaman, hingga pembuatan biopestisida alami yang lebih aman bagi lingkungan.
Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kalsium silikat hasil samping industri LNG sebagai alternatif pengganti kapur dolomit. Material ini dinilai mampu memperbaiki kualitas tanah sekaligus meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
Melalui berbagai inovasi tersebut, para petani diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, menekan biaya produksi, serta meningkatkan hasil pertanian secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Pjs. Manager CSR & Relation Badak LNG, Syuhril, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian petani di wilayah binaan.
“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi langkah nyata menuju pertanian yang lebih mandiri dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Badak LNG berharap Program Semai Bumi dapat terus berkembang dan menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem pertanian yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Selain mendukung peningkatan kesejahteraan petani, program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab di wilayah sekitar operasionalnya. (*)
Tidak ada komentar