Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara tersebut mempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional dengan pemerintah untuk membahas peluang, kebutuhan, hingga tantangan investasi di Kalimantan Timur, khususnya di IKN.NUSANTARA — Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi ruang penjajakan peluang investasi melalui Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang digelar pada Kamis (22/10/2026). Forum kolaborasi Otorita IKN, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini bertujuan memperluas peluang investasi sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara tersebut mempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional dengan pemerintah untuk membahas peluang, kebutuhan, hingga tantangan investasi di Kalimantan Timur, khususnya di IKN.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengatakan MIF menjadi wadah bagi investor untuk menyampaikan secara langsung berbagai masukan dan kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Hari ini kita akan berdiskusi langkah nyata berinvestasi di IKN. Ini adalah komitmen kami, Otorita IKN, mendengarkan segala solusi sekaligus hambatan di setiap langkah berinvestasi, termasuk di Ibu Kota Nusantara. Saya juga ingin menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara adalah sinergi antara pemerintah dan swasta,” ujar Roi.
Dalam forum tersebut, Roi juga memaparkan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan investor, mulai dari tax holiday, super tax deduction, hingga layanan perizinan satu pintu melalui Otorita IKN.
Ia turut memperkenalkan INVESTARA (Invest Platform Nusantara), sebuah platform yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengeksplorasi berbagai peluang strategis berbisnis di Ibu Kota Nusantara.
Mengusung tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”, MIF 2026 menghadirkan sejumlah investor pelopor yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha di Nusantara.
Para investor tersebut berasal dari PT Star Bright International Investment, PT Dian Jaya Indonesia, Mayapada Hospital Nusantara, dan PT Hauptstadt Indonesia Borneo. Pengalaman mereka menjadi salah satu bahan diskusi mengenai proses investasi serta dukungan yang diperlukan untuk merealisasikan proyek di IKN.
Direktur Mayapada Hospital Nusantara, dr. Farah Alkatiri, M.M., M.Ph., FISQua, menceritakan perjalanan pembangunan rumah sakit tersebut yang dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada November 2023. Rumah sakit itu kemudian resmi beroperasi pada Oktober 2024.
Menurut Farah, dukungan perizinan dari Otorita IKN menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
“Untuk perizinan, kami sebagai investor sangat dipermudah oleh Otorita IKN. Seperti yang tadi sudah disampaikan (progres pembangunan), perizinan pembangunan gedung tidak perlu menunggu lama dari Otorita IKN,” ujar Farah.
Selain mempertemukan investor yang telah merealisasikan proyek di Nusantara, MIF 2026 juga melibatkan perwakilan diplomatik dan perdagangan dari Bangladesh, Belarus, Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol. Kehadiran delegasi tersebut membuka ruang penjajakan kerja sama di bidang perdagangan, industri, investasi, dan pengembangan kawasan.
Duta Besar Belarus untuk Indonesia, H.E. Dr. Raman Ramanouski, menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas hubungan bisnis di Kalimantan Timur, termasuk di IKN.
Ia menyoroti peluang kerja sama di sektor pertanian, khususnya pasokan pupuk potasium dari Belarus untuk Indonesia.
“Saya menyampaikan bahwa kami berminat untuk mengembangkan bisnis kami di wilayah ini. Anda tahu, Belarus adalah salah satu supplier pupuk potasium untuk Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Jadi kami menantikan peluang pengembangan kerja sama bisnis di sini,” ujar Ramanouski.
Sementara itu, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Md. Abul Hasan Mridha, mengapresiasi perkembangan pembangunan Nusantara yang mengusung konsep kota hijau. Ia menilai hubungan baik dan sejumlah kesamaan antara Indonesia dan Bangladesh dapat menjadi modal untuk memperluas kerja sama, termasuk pertukaran pengetahuan mengenai pembangunan perkotaan.
“Nusantara sedang membangun kota, kotanya hijau dan progresnya cepat. Semua orang tahu, Bangladesh dan Indonesia adalah saudara, kita memiliki banyak kesamaan. Jadi, kita bisa bekerja sama dan berbagi pengetahuan, mungkin ini (kerja sama) akan membantu pembangunan kota juga di Bangladesh,” ujar Abul Hasan.
MIF bukan kali pertama menghadirkan delegasi internasional ke IKN. Pada penyelenggaraan 2025, forum ini juga melibatkan perwakilan dari luar negeri untuk memperkenalkan potensi investasi di Nusantara.
Pada tahun ini, rangkaian kegiatan dimulai di Samarinda pada Rabu (21/10/2026), sebelum berlanjut ke Nusantara sehari kemudian. Agenda tersebut dirancang untuk memperkenalkan peluang investasi sekaligus mempertemukan calon mitra dengan investor yang telah menjalankan usaha di kawasan IKN.
Melalui MIF 2026, Otorita IKN bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap komunikasi dengan investor serta mitra internasional semakin terbuka. Forum ini diharapkan tidak berhenti pada penjajakan peluang, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret yang mendukung pembangunan Nusantara dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. (*)
Tidak ada komentar