Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPD PP PAUD) Kaltim menyalurkan bantuan masker bagi guru dan peserta didik PAUD.SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPD PP PAUD) Kaltim menyalurkan bantuan masker bagi guru dan peserta didik PAUD. Langkah ini dilakukan untuk membantu melindungi kelompok rentan dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Asran Bulkis, Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (24/10/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan tenaga pendidik dan anak-anak usia dini yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. Bantuan masker diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan kesehatan, terutama di lingkungan satuan pendidikan PAUD saat kualitas udara memburuk.
Ketua DPD PP PAUD Kaltim, Andi Srianti Ishak, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinkes Kaltim dalam upaya melindungi guru dan peserta didik dari dampak kabut asap.
Menurutnya, kesehatan anak usia dini perlu menjadi perhatian bersama, terlebih ketika terjadi penurunan kualitas udara akibat karhutla. Anak-anak membutuhkan perlindungan khusus karena masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.
“Melalui bantuan masker ini, kami berharap dapat membantu melindungi guru dan peserta didik PAUD dari dampak kabut asap akibat karhutla. Kami menyadari bahwa kesehatan anak-anak merupakan hal yang sangat penting dan perlu dijaga bersama,” ujarnya.
Andi Srianti berharap kerja sama antara Dinkes Kaltim dan DPD PP PAUD Kaltim dapat terus berlanjut melalui berbagai program peningkatan kesehatan dan perlindungan anak usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan, perlindungan kesehatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak tetap terlindungi dari risiko lingkungan yang membahayakan kesehatan.
“Harapan kami, bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para guru dan peserta didik PAUD. Kami juga mengimbau agar seluruh pihak tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta mengikuti anjuran dari instansi kesehatan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, Dinkes Kaltim dan DPD PP PAUD Kaltim diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Selain bantuan perlindungan, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko kabut asap dan pentingnya menjaga kesehatan kelompok rentan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla.
Upaya tersebut diharapkan membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman bagi anak usia dini, terutama ketika kualitas udara di Kalimantan Timur mengalami penurunan akibat kabut asap. (*)
Tidak ada komentar