Kardinal Ignatius Suharyo Kunjungi IKN, Gereja Santo Fransiskus Xaverius Disiapkan Jadi Basilika

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
25 Okt 2026 22:35
2 menit membaca

NUSANTARA — Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, mengunjungi Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (20/10/2026). Kunjungan pastoral tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk meninjau persiapan gereja yang direncanakan menjadi basilika pertama di Indonesia.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut menyambut kunjungan Kardinal Suharyo yang juga menjabat sebagai Ordinaris Militer Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Kardinal Suharyo menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan gereja di kawasan Nusantara. Meski demikian, ia menyebut masih ada sejumlah persiapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum gereja tersebut dapat diresmikan sebagai basilika.

“Dan dari keterangan Bapak Basuki, saya merasa bahwa semua yang bekerja di sini sungguh-sungguh berusaha sebaik-baiknya. Tentu syukur, karena di dalam kompleks IKN ini ada gereja yang begitu besar, yang akan diresmikan sebagai basilika. Kalau nanti itu terjadi, inilah satu-satunya basilika di Indonesia,” ujar Kardinal Suharyo.

Gereja Santo Fransiskus Xaverius dirancang dengan mengedepankan inkulturasi budaya serta nilai kerukunan antarumat beragama. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang ibadah yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga merepresentasikan semangat kebersamaan di Ibu Kota Nusantara.

Salah satu fasilitas yang disiapkan di kawasan tersebut adalah Plaza Kerukunan. Area ini direncanakan menjadi penghubung antara gereja dan tempat-tempat ibadah agama lain di Nusantara, sekaligus menjadi simbol kehidupan masyarakat yang beragam dan harmonis.

“Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat. Dengan nuansa cita-cita kerukunan antarumat yang sangat kuat. Ada Plaza Kerukunan, dan nanti akan dibangun juga sebagai simbol, sebagai lambang tempat-tempat ibadat yang lain,” ulasnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman pertama bagi Kardinal Suharyo melihat langsung pembangunan Ibu Kota Nusantara. Sebelumnya, ia mengaku hanya mengikuti perkembangan pembangunan IKN melalui pemberitaan media cetak dan televisi.

Setelah melihat langsung kawasan ibu kota baru itu, Kardinal Suharyo menilai pembangunan Nusantara merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan Indonesia.

“Saya belum pernah ke sini, hanya membaca dari koran dan melihat di televisi. Ini tentu suatu pembangunan masa depan yang sudah dibutuhkan,” pungkasnya.

Kunjungan pastoral ini sekaligus menyoroti keberadaan fasilitas keagamaan di IKN yang dirancang dengan memperhatikan keberagaman dan kerukunan. Kehadiran Plaza Kerukunan diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }