Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., didampingi Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo MM., dan Ketua IDI Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty saat memberikan piagam penghargaan kepada dokter di Balikpapan yang berprestasi dalam rangka HUT Ke 76 IDI yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Minggu (25/10/2026).BALIKPAPAN — Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengajak masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan membiasakan diri melakukan deteksi dini terhadap gejala penyakit. Menurutnya, pemeriksaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Ajakan tersebut disampaikan Rahmad usai menghadiri puncak peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 tahun 2026 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan, Minggu (25/10/2026). Dalam kegiatan itu, sekitar 1.200 warga mengikuti pelayanan kesehatan gratis.
Rahmad mengapresiasi kegiatan sosial tersebut karena dinilai membantu mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang masih enggan memeriksakan diri karena khawatir dengan biaya pengobatan.
“Warga kita ini kadang takut memeriksa kesehatan. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini, ada agenda yang rutin dilakukan sehingga warga bisa memeriksa dan mendeteksi sejak dini gejala-gejala yang terjadi,” kata Rahmad.
Ia mengatakan, biaya pemeriksaan dan prosedur rujukan terkadang menjadi pertimbangan masyarakat untuk mendatangi fasilitas kesehatan. Karena itu, pelayanan kesehatan gratis dinilai dapat menjadi sarana bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.
“Kalau langsung ke rumah sakit, mungkin berpikir biayanya mahal atau harus mengambil rujukan. Kalau di sini bisa dideteksi, ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Rahmad menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan tenaga medis memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Ia menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap sejumlah gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah persoalan kualitas udara dan kabut asap, risiko diare, serta pentingnya penguatan imunisasi.
Menurutnya, tenaga kesehatan perlu terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
Selain pemeriksaan kesehatan, Rahmad mengingatkan warga agar membiasakan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan dan tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.
“Pesan saya kepada warga, mari kita biasakan hidup sehat. Pantangan bukan berarti semua makanan dilarang. Boleh makan soto, boleh makan daging, tetapi jangan berlebihan,” katanya.
Ia menekankan, menjaga kesehatan membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan setiap individu. Pemerintah dan tenaga medis dapat menyediakan layanan serta edukasi, tetapi masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga kondisi tubuh.
“Yang menjamin kesehatan kita adalah kita sendiri,” ujar Rahmad.
Pada momentum Hari Dokter Indonesia, Rahmad juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kapasitas sumber daya manusia di bidang kedokteran.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung pendidikan dokter spesialis. Mulai tahun akademik 2026, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran beasiswa pendidikan dokter spesialis anestesi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan tenaga dokter spesialis sekaligus mendukung peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di Balikpapan.
Rahmad juga mengapresiasi pengabdian para dokter yang tidak hanya memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi turut terlibat dalam aksi kemanusiaan saat terjadi bencana di sejumlah daerah.
Puncak peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 yang mengusung tema “IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa” tersebut diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya senam bersama, pelayanan kesehatan gratis, dan talkshow edukatif.
Rahmad berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pencegahan penyakit, dan penerapan pola hidup sehat.
“Terima kasih kepada IDI Kota Balikpapan yang melakukan kegiatan peduli seperti kegiatan sosial ini. Tentunya ini bisa membantu masyarakat untuk mendeteksi penyakit lebih awal,” kata Rahmad. (*)
Tidak ada komentar