Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
25 Okt 2026 22:40
3 menit membaca

NUSANTARA — Putaran Nasional Piala Soeratin 2026 kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 resmi berakhir di PSSI Training Centre, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada 23–24 Oktober 2026. Ajang sepak bola usia muda ini menjadi momentum pembinaan talenta sekaligus upaya memperluas perkembangan sepak bola agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

Kompetisi yang diselenggarakan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut berlangsung pada 15–24 Oktober 2026. Sebanyak 24 tim dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian, dengan masing-masing delapan tim bertanding di kelompok usia U-13, U-15, dan U-17.

Dari persaingan di tiga kelompok usia tersebut, ASIOP berhasil meraih gelar juara U-13. Persib Bandung menjadi kampiun U-15, sedangkan Waamanat Bhintuka FC keluar sebagai juara U-17.

Piala Soeratin merupakan kompetisi sepak bola amatir usia muda yang menjadi salah satu wadah pembinaan dan pencarian bakat pemain sepak bola Indonesia. Selain mengejar prestasi, kompetisi ini juga mengedepankan pembentukan karakter, disiplin, dan sportivitas sejak usia dini.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, berharap semakin banyak kegiatan olahraga dan seni berskala nasional diselenggarakan di Nusantara.

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah tidak hanya memberi pengalaman bertanding bagi para pemain muda, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN.

“Harapan kami semakin banyak kegiatan olahraga, seni tingkat nasional diadakan di IKN, sekaligus mendatangkan orang-orang dari luar yang melihat langsung proses pembangunan IKN,” ujar Alimuddin, yang juga bertugas sebagai Local Organizing Committee.

Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Piala Soeratin menjadi kesempatan bagi panitia lokal untuk mempelajari pengelolaan turnamen nasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dengan lebih baik pada masa mendatang.

Alimuddin berharap PSSI kembali memberikan kesempatan kepada IKN untuk menjadi lokasi putaran final Piala Soeratin. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan tersebut dinilai dapat memperkenalkan Nusantara kepada generasi muda dari berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen di IKN juga disampaikan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. Ia mengapresiasi fasilitas yang disediakan Otorita IKN bagi para peserta, mulai dari tempat tinggal dan transportasi bus hingga lapangan sepak bola berstandar FIFA.

“Kami berterima kasih kepada IKN yang sudah memberikan fasilitas, mulai dari tempat tinggal, bus, hingga lapangan. Kami ingin adik-adik pemain juga memiliki pengalaman melihat IKN,” ujar Arya.

Menurut Arya, membawa pemain muda ke Nusantara juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan IKN sekaligus memperluas semangat sepak bola ke berbagai daerah.

“Kami membawa mereka ke IKN agar mereka mengenal IKN sekaligus mendorong semangat sepak bola agar tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi juga di Kalimantan dan seluruh Indonesia. Ini hal yang baik agar semangat sepak bola semakin meluas,” lanjutnya.

Pengalaman bertanding di IKN juga meninggalkan kesan bagi para pemain. Mahdin Simanda, salah satu pemain Persib Bandung yang menjuarai kelompok usia U-15, mengaku bangga dapat tampil di fasilitas sepak bola tersebut.

“Sangat bangga sekali, ini bukan hal yang mudah. Persiapan kami latihan setiap hari. Sebagai warga Indonesia, sangat bangga punya training centre seperti ini. Aku harap setiap event yang diadakan PSSI mainnya di sini (IKN),” ujar Mahdin.

Penyelenggaraan Piala Soeratin 2026 di IKN mempertemukan pemain, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah dalam satu ajang nasional. Selain menjadi arena persaingan untuk meraih gelar juara, turnamen ini memberikan pengalaman bagi para pemain muda sekaligus memperkenalkan Nusantara kepada generasi penerus sepak bola Indonesia.

Ke depan, penyelenggaraan kompetisi nasional di IKN diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi daerah untuk menjadi bagian dari agenda olahraga nasional, sekaligus memperluas ruang pembinaan dan pengembangan talenta sepak bola muda. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }