BFF 2026 Himpun 351 Film dari 102 Daerah, Sineas India Ikut Berpartisipasi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
25 Okt 2026 22:32
2 menit membaca

BALIKPAPAN — Balikpapan Film Festival (BFF) 2026 menjadi ruang pertemuan bagi ratusan karya sineas dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Pada penyelenggaraan tahun ketujuh ini, sebanyak 351 film tercatat berpartisipasi, berasal dari 102 kota dan kabupaten di Tanah Air serta India.

Festival yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut menghadirkan beragam karya film dengan latar cerita dan karakter yang berbeda. Kehadiran sineas India turut memperluas cakupan BFF sebagai ruang apresiasi sekaligus pertukaran perspektif dalam dunia perfilman.

Dua hari pertama festival diisi dengan pemutaran film. Sementara itu, puncak kegiatan ditandai dengan malam penganugerahan penghargaan yang digelar di Gedung Kesenian Balikpapan, Minggu (25/10/2026).

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan perfilman dapat menjadi wadah pengembangan kreativitas sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati karya para sineas.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Banyak sekali manfaatnya. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus diadakan,” kata Rahmad Mas’ud.

Menurut Rahmad, keberadaan festival film tidak hanya berfokus pada kompetisi dan perebutan penghargaan. Lebih dari itu, BFF menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dengan para pembuat film serta memperkenalkan karya-karya dari berbagai daerah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan meramaikan rangkaian kegiatan BFF 2026. Keterlibatan publik dinilai penting agar kegiatan kreatif semakin berkembang dan membuka peluang bagi tumbuhnya talenta baru serta sektor ekonomi kreatif di Balikpapan.

Bagi para sineas, festival seperti BFF menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cerita dari daerah masing-masing kepada khalayak yang lebih luas. Beragamnya asal karya yang berpartisipasi menunjukkan bahwa potensi perfilman Indonesia tumbuh dari banyak daerah, bukan hanya dari pusat-pusat industri film.

Setiap daerah memiliki cerita, budaya, dan karakter tersendiri yang dapat diolah menjadi karya audiovisual. Ketika berbagai karya dipertemukan dalam satu festival, terbuka pula ruang untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan membangun jejaring antarpelaku perfilman.

Partisipasi sineas India turut memberikan warna tersendiri pada BFF tahun ini. Kehadiran karya dari luar Indonesia membuka peluang pertukaran perspektif sekaligus memperkaya pengalaman penonton dalam menikmati film dari latar budaya yang berbeda.

Memasuki penyelenggaraan ketujuh, BFF diharapkan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif di Balikpapan. Dengan ratusan film yang berpartisipasi, festival ini menjadi salah satu ruang untuk merayakan keragaman cerita, mempertemukan para sineas, dan mendekatkan karya film kepada masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }