Dari Anggaran hingga Visual, Ini 7 Fakta Film “Merah Putih: One for All”

Redaksi
14 Agu 2025 22:17
Ragam 0
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Film animasi “Merah Putih: One for All” resmi tayang serentak di bioskop, Kamis (14/8/2025). Alih-alih menuai pujian, film ini justru memantik perdebatan panas di media sosial.

Cuplikan film yang sebelumnya dirilis lewat trailer menuai banyak komentar miring. Sebagian besar warganet mengkritik kualitas visual yang dinilai belum memadai untuk tayangan layar lebar.

Visual Dinilai Tertinggal

Sejak trailer beredar, komentar soal grafis dan detail animasi langsung membanjiri lini masa. Gerak karakter dianggap kaku. Latar visual dinilai seadanya. Banyak yang membandingkan dengan animasi lokal lain seperti Jumbo, bahkan dengan produksi studio internasional.

“Publik sudah terbiasa dengan kualitas animasi tinggi. Sayangnya, film ini belum bisa memenuhi ekspektasi,” tulis salah satu komentar yang viral.

Sorotan Anggaran Produksi

Film ini diketahui menelan biaya sekitar Rp6,7 miliar. Angka itu menjadi sorotan. Warganet mempertanyakan apakah dana sebesar itu sudah terefleksi dalam kualitas akhir yang disajikan di layar.

Dibandingkan dengan “Jumbo”

Media juga menyoroti perbandingan dengan film animasi Jumbo. Film itu sukses menembus 10 juta penonton dan dipuji dari segi cerita maupun visual. Perbandingan inilah yang membuat kritik terhadap Merah Putih: One for All makin tajam.

Kritik dari Publik Figur dan DPR

Sutradara Hanung Bramantyo ikut angkat suara. Ia mempertanyakan alasan film ini mendapat slot tayang, sementara ratusan film Indonesia lain masih antre masuk bioskop.

Dari parlemen, Komisi X DPR RI termasuk anggota Lalu Hadrian Irfani menilai kualitas visualnya belum layak. Mereka juga mempertanyakan urgensi penayangannya.

Isu Produksi Terburu-buru

Sebagian publik mencurigai proses produksi terlalu singkat. Ada pula yang menanyakan transparansi soal studio pembuat, Perfiki Kreasindo. Produser eksekutif membantah. Ia menyebut ide ini sudah digagas sejak tahun lalu.

Pemerintah Tak Suntik Dana

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan pemerintah tidak memberi dana produksi maupun promosi langsung. Dukungan yang ada hanya sebatas audiensi dan masukan teknis.

Sinopsis Singkat

Cerita film mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah — Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa. Mereka tergabung dalam Tim Merah Putih untuk menjaga bendera pusaka menjelang 17 Agustus. Tiga hari sebelum upacara, bendera hilang. Petualangan pun dimulai, melewati sungai, hutan, hingga badai, sambil belajar mengendalikan ego masing-masing.

Maksud Baik, Eksekusi Dikritik

Film ini diniatkan sebagai kado HUT RI ke-80. Namun, eksekusi yang dinilai terburu-buru serta penggunaan anggaran besar membuatnya sulit diterima sebagian publik. Kritik datang dari netizen hingga insan perfilman profesional.

Banyak yang berharap, masukan tajam ini bisa menjadi pelajaran. Agar di masa depan, produksi animasi Indonesia lebih matang, transparan, dan mampu menjadi kebanggaan nasional. (PRA)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-0612-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8881

8882

8883

8884

8885

8886

8887

8888

8889

8890

8891

8892

8893

8894

8895

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

10031

10032

10033

10034

10035

10036

10037

10038

10039

10040

10041

10042

10043

10044

10045

8896

8897

8898

8899

8900

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

10046

10047

10048

10049

10050

10051

10052

10053

10054

10055

10056

10057

10058

10059

10060

8971

8972

8973

8974

8975

8976

8977

8978

8979

8980

8981

8982

8983

8984

8985

9031

9032

9033

9034

9035

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8866

8867

8868

8869

8870

8871

8872

8873

8874

8875

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10061

10062

10063

10064

10065

10066

10067

10068

10069

10070

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

10071

10072

10073

10074

10075

10076

10077

10078

10079

10080

10081

10082

10083

10084

10085

news-0612-mu