Wakil Wali Kota Bontang, Agus HarisPEMERINTAH Kota (Pemkot) Bontang mempercepat proses hibah lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Targetnya, seluruh administrasi penyerahan aset rampung dalam April 2026, agar proyek segera masuk tahap pembangunan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan sertifikat lahan seluas 8 hektare yang akan dihibahkan telah selesai dipisahkan dari total aset 40 hektare milik Pemkot. Dokumen ini menjadi syarat utama sebelum diajukan ke Kementerian Sosial.
“Alhamdulillah sertifikat sudah keluar. Sekarang kami fokus menyelesaikan dokumen hibah agar bulan ini bisa diserahkan,” ujar Agus, Selasa (14/4/2026).
Percepatan administrasi ini menjadi kunci agar Bontang tidak tertinggal dalam program nasional Sekolah Rakyat, yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain kesiapan lahan, Pemkot memastikan aspek penerima manfaat juga telah dipetakan. Sedikitnya 500 calon siswa telah terdata oleh Dinas Sosial, dengan prioritas kelompok ekonomi terbawah.
Data ini menjadi indikator bahwa program tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga secara sosial.
“Meskipun pemerintah pusat akan menyiapkan guru, kami tetap menyiapkan tenaga cadangan—masing-masing satu untuk SD, SMP, dan SMA,” jelas Agus.
Di sisi lain, Pemkot masih menuntaskan berbagai dokumen teknis sebagai syarat pembangunan kawasan terpadu. Dokumen tersebut meliputi: Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL; UKL-UPL; dan Analisis Dampak Lalu Lintas.
Hal ini penting karena konsep Sekolah Rakyat di Bontang dirancang sebagai kawasan terpadu seluas 8 hektare, yang tidak hanya mencakup ruang belajar, tetapi juga asrama siswa.
“Karena siswa tinggal di satu kawasan, pengelolaan lingkungan termasuk limbah harus dirancang sejak awal,” tegasnya.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bontang akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya: hunian atau asrama siswa, sarana pendidikan terpadu, hingga lapangan sepak bola berstandar internasional.
Desain kawasan disebut akan mengacu pada model yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain.
Meski belum menggunakan anggaran APBN, Pemkot mulai melakukan pematangan lahan sebagai langkah awal. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk dukungan perusahaan swasta.
“Kami kerjakan bersama-sama. Kalau alat kurang, kami pinjam dari perusahaan. Yang penting prosesnya terus berjalan,” kata Agus.
Dengan seluruh persiapan yang dikebut, Pemkot Bontang optimistis pembangunan Sekolah Rakyat segera dimulai dalam waktu dekat.
Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. [FR]
Tidak ada komentar