Suasana siang di Jalan Ir H Juanda, Rawa Indah, mendadak gempar setelah tiga pelajar SMP mengalami kecelakaan hebat tepat di depan halte dekat SMPN 2 Bontang, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.14 WITA.BONTANG – Suasana siang di Jalan Ir H Juanda, Rawa Indah, mendadak gempar setelah tiga pelajar SMP mengalami kecelakaan hebat tepat di depan halte dekat SMPN 2 Bontang, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.14 WITA.
Ketiga pelajar kelas 8 itu diketahui berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Beat Street KT 4993 QL sebelum akhirnya menghantam sebuah mobil yang diduga sedang putar balik di badan jalan.
Benturan keras membuat para korban terpental ke aspal. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berteriak panik dan berusaha menolong korban yang terluka.
Salah seorang saksi mata, Hendra, mengatakan kondisi korban cukup mengkhawatirkan saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian.
“Anak sekolah bonceng tiga, terus nabrak mobil yang mau putar balik. Kejadiannya depan halte dekat SMPN 2,” ujar Hendra.
Menurutnya, satu korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga mengeluarkan darah cukup banyak. Korban lainnya mengalami kulit kepala terkelupas akibat benturan keras, sementara satu pelajar lain mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh.
“Korban satu bocor di kepala, korban kedua kulit kepalanya terkelupas, dan satu lagi luka-luka,” lanjutnya.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan darurat sambil menunggu kendaraan membawa korban ke IGD rumah sakit terdekat. Beberapa pengendara bahkan berhenti karena syok melihat kondisi para pelajar yang terkapar di jalan.
Kecelakaan tersebut juga sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Ir H Juanda melambat. Motor yang digunakan korban terlihat mengalami kerusakan di bagian depan akibat benturan keras.
Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. Namun dugaan sementara, motor yang dikendarai para pelajar melaju saat mobil sedang mengambil putaran arah.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahaya berboncengan lebih dari dua orang, terlebih bagi pelajar yang masih duduk di bangku sekolah. Hingga kini, ketiga korban masih menjalani penanganan medis intensif di IGD. (irw)
Tidak ada komentar