Kaltim berhasil mencatat realisasi investasi sektor non-migas dan non-batubara sebesar Rp59,29 triliun.SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi merilis Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Laporan tersebut mencatat sejumlah capaian strategis yang menunjukkan akselerasi pembangunan di berbagai sektor di Benua Etam.
Di sektor investasi, Kaltim berhasil membukukan realisasi investasi non-migas dan non-batubara sebesar Rp59,29 triliun.
Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah, sekaligus hasil dari penguatan hilirisasi industri dan penyederhanaan layanan perizinan.
Sementara itu, sektor infrastruktur juga menunjukkan tren positif. Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) tahun 2025 tercatat mencapai 8,78, melampaui target 8,39.
Peningkatan ini terlihat pada layanan transportasi, kondisi jalan, ketersediaan air bersih, hingga kelistrikan yang terus mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, pendapatan Kaltim terealisasi sebesar Rp17,73 triliun atau 92,61 persen dari target yang ditetapkan.
Adapun realisasi belanja daerah mencapai Rp19,37 triliun atau 89,28 persen, yang diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Transformasi digital birokrasi juga menunjukkan kemajuan signifikan. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kaltim meningkat menjadi 4,13, melampaui rata-rata nasional.
Di sisi lain, Nilai Akuntabilitas Kinerja (SAKIP) berhasil meraih predikat “Sangat Baik” (BB) dengan skor 77,82.
Komitmen terhadap kelestarian lingkungan turut menjadi perhatian. Kaltim mencatat Indeks Kualitas Lahan sebesar 88,63, melampaui target yang telah ditetapkan, sebagai bukti upaya menjaga keseimbangan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
Gubernur Kaltim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perangkat daerah, yang telah berkontribusi menjaga stabilitas dan mendukung capaian pembangunan tersebut.
Ia menegaskan Pemprov Kaltim akan terus melanjutkan pembangunan yang berdaya saing, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*/asm)
Tidak ada komentar