
WAJAH Pulau Beras Basah, Bontang, Kalimantan Timur berubah dalam hitungan hari. Lapak-lapak liar yang selama ini memenuhi kawasan wisata itu kini hilang, menyisakan area pantai yang lebih terbuka setelah Pemerintah Kota Bontang menuntaskan penertiban.
Penertiban dilakukan setelah peringatan berulang kepada pedagang tidak diindahkan. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Ekraf Bontang, Eko Mashudi, mengatakan langkah tegas ini diambil untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai destinasi wisata yang tertata.
“Penertiban terpaksa dilakukan karena surat peringatan tidak ditanggapi. Ini bagian dari upaya penataan kawasan,” ujar Eko, Jumat (24/4/2026).
Di lapangan, proses penertiban disebut berlangsung tanpa benturan. Pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif agar relokasi pedagang berjalan lebih mulus. Seluruh pedagang kini diarahkan menempati pujasera yang telah disiapkan sebelumnya.
Perubahan ini langsung terasa pada tata ruang kawasan. Area yang sebelumnya dipenuhi bangunan semi permanen kini terbuka, memberi ruang lebih luas bagi wisatawan. Pemerintah menilai kondisi tersebut penting untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan pengunjung.
Namun penertiban bukan akhir. Disporapar-Ekraf akan memperketat pengawasan guna mencegah kembalinya lapak liar, termasuk penggunaan terpal di area terlarang. Koordinasi lintas instansi juga disiapkan untuk menjaga konsistensi penataan.
Di saat bersamaan, peluang ekonomi mulai terbuka. Pemerintah mencatat sedikitnya lima investor telah menyatakan minat untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut. Minat ini muncul seiring perubahan wajah Pulau Beras Basah yang dinilai lebih siap dikembangkan.
Meski begitu, proses seleksi investor masih dalam tahap awal. Pemerintah menegaskan seluruh aspek perizinan dan skema kerja sama akan dibahas secara matang sebelum keputusan diambil. [FR]
Tidak ada komentar