Balikpapan Terang Dikebut, 1.600 Lampu Jalan Ditarget Rampung Juli 2026

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Jun 2026 19:24
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mempercepat pelaksanaan program Balikpapan Terang melalui pemasangan 1.600 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di berbagai wilayah kota. Program yang didukung anggaran APBD sekitar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar ini ditargetkan selesai pada Juli 2026 untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, mengatakan keberadaan penerangan jalan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.

Menurutnya, selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, keberadaan lampu jalan juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman serta mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

“Program Balikpapan Terang menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Penerangan jalan yang baik dapat meningkatkan rasa aman sekaligus memperlancar aktivitas warga,” ujar Fadli, Senin (8/6/2026).

Hingga awal Juni 2026, progres pemasangan PJU telah mencapai sekitar 40 persen atau sekitar 500 unit. Saat ini, proses pengadaan material dan distribusi perangkat masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemasangan di sejumlah titik yang telah ditetapkan.

Sebagian besar komponen lampu jalan didatangkan dari Surabaya. Pemerintah optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga cakupan penerangan jalan di Balikpapan semakin luas.

“Kami berharap seluruh pemasangan bisa rampung pada Juli mendatang sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya secara maksimal,” katanya.

Tidak hanya mengandalkan lampu jalan konvensional, Pemkot Balikpapan juga mengembangkan berbagai jenis penerangan yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan. Salah satunya adalah PJU berbasis tenaga surya yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan PJU artistik yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber pencahayaan, tetapi turut mempercantik wajah kota. Saat ini, lampu jenis tersebut telah terpasang di sejumlah kawasan strategis seperti Balikpapan Baru dan Simpang Dome.

Untuk area yang membutuhkan jangkauan pencahayaan lebih luas, pemerintah juga menyiapkan pemasangan lampu high mast yang mampu menerangi kawasan secara lebih optimal.

Fadli menjelaskan, pengelolaan penerangan jalan di Balikpapan dilakukan melalui pembagian kewenangan antarorganisasi perangkat daerah. Dishub bertanggung jawab terhadap PJU dengan tinggi tiang di atas empat meter, sedangkan lampu dengan tiang di bawah empat meter menjadi kewenangan kecamatan.

Sementara itu, penerangan di kawasan permukiman ditangani oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), sedangkan penerangan di area pemakaman menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Pembagian tugas ini dilakukan agar penanganan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Program Balikpapan Terang juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas infrastruktur perkotaan seiring meningkatnya peran Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan bertambahnya jumlah lampu jalan, pemerintah berharap dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas, meningkatkan keamanan lingkungan, serta mendukung aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari.

Melalui penambahan 1.600 unit PJU tahun ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat mewujudkan kota yang semakin terang, modern, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }