Gubernur Kaltim Apresiasi Revitalisasi 102 Sekolah: Investasi Generasi Masa Depan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Jun 2026 19:34
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat melalui pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan di berbagai daerah. Sebanyak 102 satuan pendidikan di Kalimantan Timur kini telah direvitalisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut menyasar sejumlah wilayah, yakni Kota Balikpapan, Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik.

Peresmian revitalisasi dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026). Revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti mengajak para siswa untuk memanfaatkan fasilitas sekolah yang telah diperbarui sebagai dorongan untuk meningkatkan semangat belajar dan meraih prestasi lebih tinggi.

“Setelah sekolahnya diperbaiki melalui program Pak Presiden, kalian harus belajar lebih giat dan lebih semangat lagi,” ujarnya di hadapan ribuan siswa dan tenaga pendidik.

Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur tidak berhenti pada tahap ini. Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali mengalokasikan program revitalisasi untuk 21 satuan pendidikan tambahan di wilayah Balikpapan, Samarinda, dan PPU.

Menurut Abdul Mu’ti, sekolah yang ideal tidak hanya ditandai dengan bangunan yang layak, tetapi juga harus menghadirkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai penunjang proses belajar mengajar yang optimal.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di daerahnya. Ia menilai program revitalisasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan.

“Program ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun harapan dan masa depan anak-anak Kalimantan Timur,” kata Rudy.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dinilai membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Untuk itu, pemerintah daerah turut memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program, termasuk Gratispol Pendidikan bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3, serta bantuan seragam gratis bagi pelajar SMA dan SMK.

Revitalisasi 102 sekolah ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar serta membentuk karakter generasi penerus bangsa yang lebih unggul dan berdaya saing. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }