Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, Lukman, saat mewakili Wali Kota Bontang membuka kegiatan Basic Study Skill (BSS) STITEK Bontang Tahun 2026 di Auditorium Taman 3D, Kamis (3/9/2026).BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong perguruan tinggi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, Lukman, saat mewakili Wali Kota Bontang membuka kegiatan Basic Study Skill (BSS) STITEK Bontang Tahun 2026 di Auditorium Taman 3D, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Menyalakan Integritas, Merancang Masa Depan”, kegiatan yang berlangsung 3–5 September 2026 tersebut diikuti 204 mahasiswa baru.
Program BSS menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik. Tidak hanya menyangkut kemampuan belajar, pembekalan juga diarahkan pada penguatan mental, integritas, manajemen waktu dan kemampuan beradaptasi.
Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kualitas manusia menjadi faktor penting yang menentukan kemampuan sebuah kota menghadapi perubahan zaman.
“Pemerintah Kota Bontang menaruh harapan besar kepada STITEK Bontang sebagai salah satu pilar pencetak sumber daya manusia unggul. Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas manusianya,” ujar Lukman di hadapan civitas akademika.
Pemkot Bontang juga menaruh harapan besar terhadap STITEK untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.
Lukman mendorong mahasiswa STITEK untuk menjadi inovator yang mampu membaca tantangan daerah, khususnya di sektor industri, lingkungan hingga tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan inovasi, bukan justru menjadi tantangan yang membuat generasi muda tertinggal.
Karena itu, pembentukan karakter dan integritas dinilai sama pentingnya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mahasiswa diharapkan mampu membangun pola pikir kritis, kreatif, mandiri dan adaptif sehingga nantinya dapat berkontribusi terhadap pembangunan Bontang.
Ketua STITEK Bontang, Zaini, mengapresiasi dukungan Pemkot Bontang terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Program BSS tahun ini diikuti 204 mahasiswa baru dari sejumlah program studi.
Rinciannya, 61 mahasiswa Teknik Industri, 42 Teknik Informatika, 34 Bisnis Digital, 33 Sistem Informasi, serta 34 mahasiswa yang terbagi pada Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Lingkungan.
Selama tiga hari pelaksanaan, para mahasiswa akan mendapatkan berbagai pembekalan sebagai modal awal memasuki dunia perkuliahan.
Dengan tema “Menyalakan Integritas, Merancang Masa Depan”, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru.
Lebih jauh, BSS menjadi momentum untuk membangun fondasi karakter dan kemampuan mahasiswa sejak awal agar mereka mampu berkembang menjadi lulusan yang kompeten, berintegritas dan siap menghadapi perubahan dunia kerja di era digital. (*)
Tidak ada komentar