Satgas Karhutla Brimob Kaltim Jinakkan Api di Lahan Gambut, 2,5 Hektare Terbakar di Kukar

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
3 Sep 2026 17:22
2 menit membaca

KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, kobaran api melanda lahan gambut seluas kurang lebih 2,5 hektare di areal PT Jaya Mandiri Sukses, Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai.

Personel Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) yang diperbantukan ke Polres Kukar melalui Operasi Aman Nusa II langsung bergerak setelah titik api terdeteksi.

Tim yang dipimpin Brigpol Febri Rahmadani diterjunkan ke lokasi pada Rabu (2/9/2026), tepatnya di Blok F 54-55 areal PT Jaya Mandiri Sukses.

Medan yang dihadapi bukan perkara mudah. Karakteristik lahan gambut membuat api sulit dikendalikan karena kobaran dapat merambat hingga ke bawah permukaan tanah dan kembali muncul di titik lain.

Dengan dukungan peralatan pemadaman dan kerja sama personel di lapangan, tim Satgas Karhutla akhirnya berhasil melokalisir dan memadamkan seluruh titik api.

Lahan gambut seluas sekitar 2,5 hektare terlanjur terbakar, namun api berhasil dijinakkan sebelum merambat lebih luas.

Api di Gambut Tak Bisa Diremehkan

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan karhutla, khususnya di kawasan gambut, membutuhkan kesiapsiagaan dan ketekunan tinggi.

Menurutnya, api di lahan gambut memiliki karakter berbeda karena tidak hanya membakar permukaan, tetapi berpotensi menjalar di bawah tanah.

“Penanganan karhutla di lahan gambut memerlukan kerja ekstra dan ketekunan tinggi. Kami mengapresiasi upaya cepat anggota di lapangan dalam melokalisir serta memadamkan api agar tidak meluas,” tegas Ronny.

Ia menekankan, kesiapsiagaan personel harus terus ditingkatkan mengingat ancaman karhutla masih menjadi persoalan serius saat musim kemarau.

Ronny juga mengingatkan masyarakat maupun perusahaan agar tidak mengambil risiko dengan membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

“Jangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” imbaunya.

Keberhasilan pemadaman di Muara Muntai menjadi pengingat bahwa setiap titik api harus segera ditangani. Terlebih di kawasan gambut, keterlambatan penanganan dapat membuat api berkembang dan menyulitkan proses pemadaman.

Operasi Aman Nusa II pun terus diarahkan untuk memperkuat respons terhadap ancaman karhutla sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }