
BALIKPAPAN — Kondisi cuaca kering yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Warga juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rerumputan dan daun kering.
“Jangan membakar lahan. Dalam kondisi seperti sekarang, jangan melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun, baik untuk membersihkan lingkungan maupun membuka lahan,” kata Rahmad setelah menerima audiensi Tim Penyuluh Mabes TNI, Mabes Angkatan, dan Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 di Balikpapan, Rabu (2/9/2026).
Rahmad mengatakan, kondisi kering yang telah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan terakhir meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah.
Menurut dia, kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, aktivitas kecil yang berpotensi menjadi sumber api perlu dihindari.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Bara kecil saja bisa menjadi pemicu kebakaran kalau jatuh di rerumputan atau tumpukan daun yang kering,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan, lanjut Rahmad, terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Camat dan lurah diminta aktif menyampaikan imbauan serta meningkatkan kewaspadaan warga di wilayah masing-masing.
Sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kerawanan lebih tinggi, di antaranya Kecamatan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara, menjadi sasaran penguatan sosialisasi.
“Pencegahan ini bukan hanya tugas pemadam kebakaran atau satuan tugas. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting karena kebakaran bisa dicegah sejak awal,” kata Rahmad Mas’ud.
Dalam audiensi bersama Tim Penyuluh Mabes TNI, jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56, pemerintah daerah membahas langkah pencegahan sekaligus kesiapan menghadapi potensi karhutla.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memetakan kondisi dan kesiapan Balikpapan menghadapi ancaman kebakaran yang dapat meningkat seiring kondisi cuaca kering.
Rahmad menyebut pemerintah pusat telah menyiagakan sekitar 1.400 personel untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 personel ditempatkan di Balikpapan.
Meski tingkat kerawanan kebakaran di Balikpapan saat ini masih berada pada kategori sedang, Pemkot tidak ingin menganggap remeh potensi tersebut.
Kesiapsiagaan tetap diperkuat agar kebakaran yang muncul dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas, terutama jika mendekati permukiman maupun kawasan lingkungan lainnya.
Edukasi Menyasar Pemilik Lahan
Upaya pencegahan kemudian dilanjutkan Tim Penyuluh melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat di Kantor Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur.
Penyuluhan tersebut melibatkan para ketua RT dan RW serta sejumlah pemilik lahan di wilayah Lamaru. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.
Perwira Siswa Sesko TNI Kolonel Inf Akhmad Juni Toa mengatakan, masyarakat memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
“Masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Menurut Akhmad, kedekatan masyarakat dengan lokasi rawan membuat mereka memiliki peran strategis dalam mengenali tanda-tanda awal munculnya api.
Karena itu, penanganan bencana berbasis komunitas perlu diperkuat. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat, pemilik lahan, hingga masyarakat.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari rangkaian Tim Penyuluh Mabes TNI, Mabes Angkatan, dan Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 di Balikpapan.
Tim tersebut antara lain terdiri dari Kolonel Inf Akhmad Juni Toa, Kolonel Inf Ary Sutrisno, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, dan Kolonel Pnb Dodik Supriyanto.
Sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu memperkuat pencegahan karhutla di Balikpapan selama kondisi cuaca kering. Deteksi serta penanganan sejak dini menjadi kunci agar potensi kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (*)
Tidak ada komentar