Nusantara Bidik Kota Cerdas Berbasis AI, Otorita IKN Gandeng Amerika Serikat

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Sep 2026 13:51
3 menit membaca

NUSANTARA – Nusantara terus diarahkan menjadi kota cerdas yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan data untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

Langkah tersebut diperkuat melalui kolaborasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan United States Trade and Development Agency (USTDA) dalam Nusantara Smart City Stakeholders Forum yang digelar di Swissôtel Nusantara, Selasa (1/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, pemerintah daerah, organisasi independen, hingga perusahaan teknologi untuk membahas berbagai strategi pengembangan kota cerdas di Indonesia.

Sejumlah daerah turut membagikan pengalaman dalam menerapkan konsep smart city, di antaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Pengalaman dari daerah-daerah tersebut menjadi bahan pembelajaran, khususnya terkait pemanfaatan teknologi, pengelolaan data, dan tata kelola pemerintahan dalam membangun kota cerdas, termasuk pada kota dengan skala menengah atau medium-sized cities.

Tak hanya bertukar pengalaman, forum tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi Nusantara untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.

USTDA menghadirkan sejumlah perusahaan yang memiliki kompetensi di bidang teknologi dan solusi smart city, seperti Honeywell, Cisco, IBM, dan Google.

Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya diperkenalkan sebagai calon mitra, tetapi juga memberikan pelatihan teknis kepada peserta forum. Materi yang diberikan mencakup data science, *strategic and AI-driven data governance for smart cities, hingga smart building.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperkuat pemahaman mengenai bagaimana AI dan data dapat diterapkan dalam pengelolaan kota.

Teknologi Harus Kembali ke Masyarakat

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah kota cerdas bukan terletak pada banyaknya teknologi yang digunakan.

Menurutnya, teknologi hanya akan bernilai ketika mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kota yang paling cerdas belum tentu kota yang memiliki teknologi paling banyak. Kota yang paling cerdas adalah kota yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakatnya,” ujar Agung.

Karena itu, transformasi digital di Nusantara akan diarahkan dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat pengembangan.

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menghasilkan layanan publik yang lebih efektif, efisien, inklusif, sekaligus mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat.

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya membangun Nusantara sebagai kota masa depan yang mengintegrasikan teknologi dengan tata kelola pemerintahan dan kebutuhan warga.

Perusahaan AS Siap Dihubungkan dengan Peluang di Indonesia

Dukungan terhadap pengembangan Nusantara juga disampaikan Counselor for Commercial Affairs U.S. Embassy Jakarta, Andrew Billard.

Ia menilai perusahaan dan investor Amerika Serikat memiliki kapasitas untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan Nusantara sekaligus memperluas kemitraan teknologi dengan Indonesia.

“Amerika Serikat memiliki perusahaan dan investor yang sangat penting bagi pembangunan Nusantara. Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang, memperkuat daya saing Indonesia, serta mengembangkan talenta lokal. Pemerintah Amerika Serikat siap menghubungkan perusahaan-perusahaan Amerika dengan berbagai peluang dan mitra potensial untuk kerja sama di Indonesia,” ujar Andrew.

Kehadiran sejumlah perusahaan teknologi Amerika dalam forum tersebut menjadi salah satu pintu untuk memperluas kerja sama, terutama dalam pengembangan solusi berbasis AI, data, serta infrastruktur digital perkotaan.

Forum juga dihadiri perwakilan USTDA Indo-Pasific Region, Institut Teknologi Kalimantan, pelaksana hibah pilot project command center dari Meta Mind Global Corporation (MMGC), serta pelaksana hibah Nusantara Smart City Technical Assistance (NSCSTA), Frost & Sullivan dan konsorsium.

Pertemuan berbagai pihak tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Kolaborasi yang terbangun diarahkan untuk memperkuat kapasitas, teknologi, dan tata kelola berbasis data sehingga Nusantara dapat berkembang sebagai kota cerdas yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }