Kemarau Panjang Menguji Ruang Hijau Balikpapan, DLH Siapkan Tambahan Armada Tangki

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Sep 2026 13:14
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Kemarau mulai mengubah wajah sejumlah ruang hijau di Kota Balikpapan. Rumput yang sebelumnya tampak hijau perlahan menguning, sementara vegetasi di sejumlah titik penghijauan mulai menghadapi tekanan akibat minimnya hujan.

Kondisi tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan harus bekerja lebih ekstra. Frekuensi penyiraman tanaman ditambah untuk menjaga ruang terbuka hijau dan berbagai tanaman penghijauan agar tetap bertahan selama periode kering.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan langkah antisipasi sebenarnya telah dilakukan sejak sebelum memasuki Agustus. Penyiraman bahkan mulai ditingkatkan sejak Juli.

“Kalau kondisi kemarau ini benar, sebelum bulan Agustus, dari Juli dan sebelumnya kami sudah melakukan antisipasi untuk melakukan grojok tanaman,” ujar Sudirman, Rabu (2/9/2026).

Bukan sekadar menyiram permukaan tanah, petugas diminta memastikan air benar-benar meresap dan membuat tanah di sekitar tanaman dalam kondisi basah.

Sistem “grojok” dilakukan dengan memasok air dalam jumlah lebih banyak. Cara tersebut dinilai penting karena tidak adanya hujan membuat tanaman sepenuhnya bergantung pada penyiraman dari petugas.

“Sekarang kita lebih sering siram, jadi benar-benar dipastikan tanahnya basah karena tidak adanya hujan,” katanya.

Konsekuensinya, beban kerja petugas di lapangan ikut meningkat. Dengan frekuensi penyiraman yang lebih tinggi, personel harus mendatangi lebih banyak titik dan mengulang proses penyiraman agar tanaman tidak kekurangan air.

Sudirman pun mengakui kondisi tersebut mulai menguras stamina petugas.

“Petugas penyiraman juga sudah mulai capek karena memang frekuensinya kita tingkatkan,” ujarnya.

Untuk menjaga kondisi petugas, DLH Balikpapan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Dukungan berupa vitamin dan suplemen diupayakan bagi personel yang setiap hari bekerja di lapangan.

Di sisi lain, DLH juga tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat dukungan armada. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni mengoptimalkan truk tangki yang selama ini digunakan untuk keperluan bidang kebersihan.

Armada tersebut nantinya dapat dikoordinasikan untuk membantu distribusi air ke lokasi-lokasi penghijauan apabila kebutuhan penyiraman semakin meningkat.

“Ini masih mau dikoordinasikan,” kata Sudirman.

Rumput Mulai Menguning

Dampak kemarau kini mulai terlihat secara kasatmata. Di sejumlah ruang terbuka hijau, rumput yang sebelumnya berwarna hijau mulai berubah menjadi kuning.

DLH berupaya agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah hingga menyebabkan tanaman mati.

“Jangan sampai, mudah-mudahan kami tetap berjuang untuk tidak mati. Kami juga berjuang untuk rumput-rumput yang sudah banyak menguning di Kota Balikpapan,” ungkapnya.

Menurut Sudirman, penanganan sejak awal menjadi kunci agar tanaman tidak telanjur mengalami kerusakan akibat kekurangan air. Karena itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung di Balikpapan.

Informasi mengenai kondisi tersebut juga disampaikan melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di tingkat pusat.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.

Di tengah upaya mempertahankan ruang hijau, DLH juga masih berharap hujan kembali turun di Balikpapan. Sebelumnya, modifikasi cuaca melalui penaburan garam telah dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memicu turunnya hujan.

Sudirman menyebut hujan sempat turun di kawasan utara Balikpapan dan beberapa wilayah di sekitarnya setelah kegiatan tersebut dilakukan.

“Alhamdulillah, di area utara dan sekitarnya ke bawah sedikit juga sudah hujan. Mudah-mudahan kegiatan penaburan garam yang dilakukan ini bisa berlanjut,” tuturnya.

Untuk sementara, DLH Balikpapan terus mengandalkan penyiraman rutin sebagai langkah utama menjaga tanaman kota. Intensitas penyiraman ditambah, kondisi petugas diperhatikan, sementara opsi penambahan dukungan armada terus dikoordinasikan.

Upaya tersebut dilakukan agar ruang hijau Balikpapan tetap bertahan dan tidak kehilangan vegetasinya di tengah cuaca yang semakin kering. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }