
PENAJAM PASER UTARA – Upaya Polri dalam menjawab tantangan perubahan iklim terus diperkuat melalui pendekatan berbasis riset dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Hal tersebut tercermin dalam kegiatan supervisi dan penelitian yang dilaksanakan Tim STIK Lemdiklat Polri di wilayah hukum Polres Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (2/6/2026).
Penelitian tersebut mengangkat tema “Penguatan Implementasi Polmas Melalui Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam Rangka Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia” dan bertujuan mengkaji peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tengah dampak perubahan iklim.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Supervisi dan Peneliti STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Juliar Kus Nugroho, didampingi Kabagjian Polmas Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Dwi Indra Maulana, bersama jajaran tim peneliti.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, Wakapolres PPU Kompol Roganda, Wakapolres Paser Kompol Anton Saman, para pejabat utama Polres PPU dan Polres Paser, perwakilan BPBD Kabupaten PPU, TAGANA, kepala desa, serta para Bhabinkamtibmas.
Dalam sambutannya, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STIK Lemdiklat Polri yang memilih Polres PPU sebagai salah satu lokasi penelitian. Menurutnya, hasil penelitian tersebut akan menjadi kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan kepolisian yang adaptif terhadap perkembangan dan tantangan global.
Ia menjelaskan, konsep Eco-Cops yang selaras dengan semangat Polri Presisi menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.
“Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi berbagai konsekuensi perubahan iklim,” ujarnya.
Kapolres juga menegaskan kesiapan Polres PPU untuk mendukung penuh pelaksanaan penelitian melalui penyediaan data, informasi, dan akses yang diperlukan guna menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi institusi Polri.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Juliar Kus Nugroho mengatakan penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran langsung mengenai implementasi pemolisian masyarakat (Polmas) melalui peran Bhabinkamtibmas dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Menurutnya, hasil penelitian akan menjadi bahan masukan strategis bagi pimpinan Polri dalam merumuskan kebijakan yang relevan dengan dinamika perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kabagjian Polmas Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Dwi Indra Maulana menyoroti semakin nyata dampak perubahan iklim yang dirasakan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem hingga meningkatnya risiko bencana alam. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan langkah adaptasi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Dalam sesi pemaparan ilmiah, Dosen STIK sekaligus peneliti Rahmadsyah Lubis, menjelaskan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menyebut sejumlah dampak yang dapat muncul, seperti konflik akibat perebutan sumber daya, perpindahan penduduk, penyebaran hoaks saat terjadi bencana, hingga ketimpangan dalam distribusi bantuan sosial.
Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep ‘Disaster Policing’ atau pemolisian bencana dinilai menjadi salah satu pendekatan yang relevan. Melalui konsep ini, Polri dapat berperan aktif mulai dari upaya pencegahan dan mitigasi hingga pengamanan wilayah terdampak serta penegakan hukum.
Kegiatan supervisi dan penelitian berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan pendalaman materi yang melibatkan berbagai pihak terkait. Diharapkan, penelitian ini mampu melahirkan rekomendasi strategis guna memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memelihara stabilitas kamtibmas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif serta menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim di Indonesia. (*)
Tidak ada komentar