Pengangguran Kaltim Turun, Tapi Lulusan SMP Jadi Kelompok Paling Rentan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Sep 2026 18:28
2 menit membaca

SAMARINDA – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur hanya turun tipis sepanjang Februari hingga Mei 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat TPT pada Mei 2026 berada di angka 5,24 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 5,27 persen.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, angka tersebut menunjukkan masih terdapat sekitar lima hingga enam orang penganggur dari setiap 100 orang yang masuk dalam angkatan kerja.

“Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5–6 orang penganggur. Pada Mei 2026, TPT mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen,” ungkap Mas’ud dalam rilisnya.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan perempuan.

TPT laki-laki pada Mei 2026 tercatat 5,57 persen, sedangkan perempuan sebesar 4,65 persen.

Perbedaan juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal. Pengangguran di kawasan perkotaan mencapai 5,42 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang berada di angka 4,77 persen.

Meski demikian, tren di kedua wilayah tersebut justru bergerak berlawanan.

TPT perkotaan turun 0,40 persen poin dibandingkan Februari 2026. Sebaliknya, TPT di perdesaan meningkat cukup signifikan, yakni 1,01 persen poin.

Persoalan pengangguran juga terlihat dari latar belakang pendidikan. Pada Mei 2026, kelompok dengan pendidikan terakhir SMP mencatat TPT tertinggi, mencapai 7,93 persen.

Sementara itu, TPT terendah justru terdapat pada penduduk dengan pendidikan SD ke bawah, yakni hanya 1,17 persen.

BPS mencatat, sepanjang November 2025 hingga Mei 2026 terdapat kecenderungan penurunan TPT pada kelompok pendidikan SD ke bawah dan SMK. Sedangkan kelompok pendidikan lainnya mengalami pergerakan yang relatif fluktuatif.

Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Di tengah angka pengangguran tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan pekerjaan dengan kontribusi terbesar di Kaltim.

Pada Mei 2026, sektor tersebut menyerap sekitar 382.753 pekerja atau 19,01 persen dari total penduduk bekerja.

Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan kontribusi 17,40 persen, atau sekitar 350.245 orang.

Sementara sektor real estate menjadi lapangan pekerjaan dengan kontribusi paling kecil, yakni hanya 0,76 persen atau sekitar 15.218 pekerja.

Dari sisi status pekerjaan, jumlah penduduk yang bekerja pada sektor formal juga menunjukkan peningkatan.

Pada Mei 2026, pekerja formal mencapai 1.119.357 orang, atau sekitar 55,61 persen. Angka tersebut naik 0,16 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Di sisi lain, proporsi pekerja setengah penganggur turun 0,22 persen poin, sementara pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan sebesar 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Data tersebut menunjukkan pasar kerja Kaltim mengalami pergerakan positif, meski penurunan tingkat pengangguran masih relatif terbatas.

Tantangannya bukan hanya menekan angka pengangguran secara umum, tetapi juga memastikan pertumbuhan kesempatan kerja mampu menjangkau kelompok pendidikan dan wilayah yang masih memiliki tingkat pengangguran relatif tinggi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }