Sekolah Gratis hingga UKT, Pemkot Bontang Kebut Program Pendidikan untuk Generasi Muda

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Sep 2026 18:17
3 menit membaca

BONTANG – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat sektor pendidikan kembali diwujudkan melalui program bantuan perlengkapan sekolah gratis.

Sebanyak 835 pelajar SMP Negeri 1 Bontang Utara menerima bantuan berupa seragam, tas, sepatu hingga buku yang diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Neni didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bontang Abdu Safa Muha.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemkot Bontang untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung keluarga sekaligus memastikan kebutuhan dasar siswa selama mengikuti proses belajar di sekolah dapat terpenuhi.

Namun, bagi Neni, persoalan pendidikan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas sekolah.

Di tengah semakin masifnya penggunaan teknologi, perhatian pemerintah juga diarahkan pada perlindungan anak dari berbagai konten dan pengaruh negatif yang dapat diakses melalui perangkat digital.

Neni meminta orang tua tidak menyerahkan penggunaan gawai sepenuhnya kepada anak tanpa pengawasan.

Menurutnya, pemberian smartphone kepada anak perlu disertai aturan mengenai waktu penggunaan serta pendampingan dari orang tua.

“Boleh kita sayang sama anak, boleh memberikan smartphone, tetapi harus ada batasan waktu dan pengawasan. Tanpa disadari, hal-hal negatif seperti pornografi hingga pengaruh kelompok dengan ekspresi gender tertentu bisa masuk ke kamar anak-anak kita melalui gawai. Hati-hati, anak-anakku, karena masa depan Bontang ada di tangan kalian,” papar Neni.

Ia menekankan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pengawasan keluarga agar tidak justru berdampak terhadap tumbuh kembang dan karakter anak.

Di sisi lain, Neni menyebut berbagai kebijakan pendidikan yang selama ini dijalankan Pemkot Bontang mulai menunjukkan hasil.

Ia mengungkapkan, indeks literasi Bontang tercatat sebagai yang tertinggi di Kalimantan Timur. Selain itu, capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) pelajar SMP Bontang disebut menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi dan berada di atas rata-rata nasional.

“Indeks literasi Kota Bontang merupakan yang tertinggi di Kalimantan Timur. Bahkan, anak-anak SMP kita telah menghantarkan Bontang pada pencapaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi di Kaltim serta berada di atas rata-rata nilai nasional. Ini tentu sangat membanggakan,” ungkapnya.

Pemkot Bontang, lanjut Neni, tidak ingin kebijakan pendidikan hanya berhenti pada bantuan perlengkapan sekolah.

Sejumlah program lain juga disiapkan untuk memperluas dukungan pendidikan, mulai dari fasilitasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa, pencanangan taman numerasi, hingga penguatan Program Wajib Belajar pada pukul 19.00–21.00 Wita.

Pemerintah juga mengembangkan program kebersihan “Gesit” sebagai bagian dari upaya membangun karakter siswa agar terbiasa hidup bersih, disiplin dan bertanggung jawab.

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Bontang yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }