Harga Beras dan Cabai Bergerak Naik, Satgas Pangan Turun Pantau Pasar Balikpapan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Sep 2026 18:02
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Balikpapan mulai bergerak naik. Beras, bawang hingga cabai tercatat mengalami kenaikan di tingkat pedagang dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Dinas Perdagangan bersama Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur turun langsung melakukan pemantauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di sejumlah pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, membenarkan adanya kenaikan pada sejumlah komoditas pangan yang banyak dibutuhkan masyarakat.

“Memang harga komoditas kita, khususnya sembako, utamanya beras, kemudian bawang dan cabai, ada kenaikan sedikit,” ujar Haemusri, Rabu (9/9/2026).

Meski mengalami kenaikan, pemerintah daerah menilai pergerakan harga tersebut masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi. Namun, pengawasan tetap dilakukan agar kenaikan tidak berkembang menjadi lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Menurut Haemusri, pemerintah tetap menjadikan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai salah satu acuan dalam mengawasi harga komoditas tertentu di pasaran.

Pedagang masih diberikan toleransi apabila terjadi kenaikan, namun besarannya tidak boleh melewati batas yang telah ditentukan.

“Ada HET-nya. Jadi kita tetap mengacu ke HET. Kalau ada kenaikan, toleransinya kurang lebih lima persen dari HET,” jelasnya.

Pemantauan bersama Satgas Pangan tidak hanya menyasar harga. Kondisi pasokan dan kelancaran distribusi juga menjadi perhatian untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia di pasar.

Hal ini penting karena komoditas seperti beras, bawang dan cabai sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dari daerah penghasil. Gangguan distribusi atau berkurangnya stok dapat dengan cepat mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Dinas Perdagangan Balikpapan pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan harga secara berkala sekaligus mengantisipasi potensi gejolak pangan.

Haemusri mengingatkan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara berlebihan.

Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan harga yang diterapkan pedagang tetap dalam batas kewajaran dan tidak merugikan masyarakat.

Di sisi lain, ketersediaan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga. Pemerintah berharap distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan lebih tinggi.

Dengan pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah dan Satgas Pangan, Pemkot Balikpapan memastikan perkembangan harga bahan pokok akan terus dipantau.

Kenaikan yang terjadi saat ini diharapkan tidak berkembang menjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat, khususnya menjelang periode kebutuhan pangan yang meningkat.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }