PLTA Batoq Kelo Resmi Dibangun, Mahulu Disiapkan Jadi Pusat Energi Hijau Kaltim

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
25 Mei 2026 19:47
2 menit membaca

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan proyek energi baru terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu PLTA terbesar di Kalimantan Timur dan diharapkan menjadi simbol pengembangan energi hijau masa depan di Indonesia.

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud atau Harum menegaskan bahwa pembangunan PLTA Batoq Kelo tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga membuka konektivitas daerah pedalaman.

“Ini bukan hanya proyek listrik 300 megawatt, tetapi proyek masa depan untuk masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Rudy Mas’ud dalam Groundbreaking Ceremony Batoq Kelo Hydropower Project di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/5/2026).

Selain pembangunan pembangkit listrik tenaga air, proyek ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung berupa jalan sepanjang 122 kilometer dan jembatan sepanjang 120 meter yang akan menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Tujuan Mulia Makmur (TMM), City Jamiah mengatakan proyek PLTA Batoq Kelo merupakan bentuk dukungan terhadap program transisi energi bersih nasional di tengah isu perubahan iklim global.

Menurutnya, pembangunan hydropower tersebut tidak hanya menjadi proyek kelistrikan, tetapi juga bagian dari visi besar menuju kemandirian energi yang lebih ramah lingkungan.

Ia menjelaskan, PT TMM sebagai investor utama berkomitmen menjalankan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, serta melibatkan masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan program corporate social responsibility (CSR).

Acara peletakan batu pertama turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Chairman Handa Group sekaligus Owner PT TMM Zi Fenggao, Chairman Sinohydro Wang Qi, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, serta sejumlah investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi groundbreaking dan penyerahan cinderamata sebagai simbol dimulainya pembangunan proyek energi hijau yang diharapkan menjadi tonggak transformasi energi berkelanjutan di Kalimantan Timur. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }