Menanam Pohon Jadi Gaya Hidup Baru di IKN, Ribuan Bibit Ditanam Saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
6 Jun 2026 19:46
2 menit membaca

NUSANTARA – Kegiatan menanam pohon di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup yang secara rutin dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN), pekerja, masyarakat, hingga mitra pembangunan yang terlibat di kawasan Nusantara.

Komitmen tersebut kembali terlihat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Embung H, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (5/6/2026). Dalam kegiatan itu, Otorita IKN bersama Perbanas, Artha Graha, Bank Indonesia, Electronic City, Nusantara Park, serta jajaran pegawai Otorita IKN menanam sebanyak 1.153 pohon.

Bibit yang ditanam terdiri atas berbagai jenis pohon kayu dan tanaman produktif, seperti balangeran, meranti, kapur, kapuk, ketapang laut, trembesi, kemiri, hingga tanaman buah. Penanaman ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sekaligus memperluas kawasan hijau di IKN.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Aksi Iklim”, yang menekankan pentingnya langkah nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Berbagai fenomena seperti kekeringan, kebakaran hutan, gelombang panas, hingga terganggunya keseimbangan ekosistem menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Di IKN, semangat tersebut diwujudkan melalui program penghijauan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan menanam pohon tidak hanya melibatkan pegawai Otorita IKN, tetapi juga terbuka bagi komunitas, perusahaan, serta masyarakat yang berkunjung ke Nusantara. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol kontribusi bersama dalam membangun kota yang selaras dengan alam.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa budaya menanam telah menjadi kebiasaan yang terus dijaga dan dikembangkan di kawasan IKN.

“Ini lifestyle kami. Setiap dua minggu sekali kami menanam. Saat ini sudah lebih dari 16 hektare area yang kami tanami sejak tahun 2024. Kita teruskan budaya kita untuk menanam ini,” kata Basuki.

Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada upaya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, dan berbagai institusi. Dengan cara tersebut, aksi iklim diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan kolektif dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }